MongoDB adalah database dokumen yang bebas dan open-source. MongoDB adalah milik keluarga database NoSQL, yang berbeda dari database SQL tradisional berbasis tabel seperti MySQL dan PostgreSQL.

Dalam MongoDB, data disimpan dalam dokumen yang fleksibel, JSON-like di mana field dapat bervariasi dari satu dokumen ke dokumen lainnya. Database tidak memerlukan skema yang telah ditentukan dan struktur data dapat diubah seiring waktu.

Dalam tutorial ini, kita akan membahas proses menginstal dan mengkonfigurasi versi terbaru MongoDB Community Edition di Debian 10 Buster.

Install MongoDB di Debian 10

MongoDB tidak tersedia di repositori standar Debian Buster. Untuk itu, kami akan mengaktifkan repositori MongoDB resmi dan menginstal paket.

Pada saat artikel ini ditulis, MongoDB versi terbaru adalah versi 4.2. Sebelum memulai dengan instalasi, buka halaman Install on Debian dari dokumentasi MongoDB dan periksa apakah ada versi baru yang tersedia.

Sebelum melanjutkan dengan tutorial ini, Pastikan Anda masuk sebagai pengguna dengan hak istimewa sudo.

  1. instal paket yang dibutuhkan untuk menambahkan repositori baru:
    sudo apt install dirmngr gnupg apt-transport-https software-properties-common ca-certificates curl
  2. Kemudian tambahkan GPG key MongoDB ke sistem Anda menggunakan perintah berikut:
    curl -fsSL https://www.mongodb.org/static/pgp/server-4.2.asc | sudo apt-key add -
  3. Setelah kunci diimpor, tambahkan repositori MongoDB dengan menggunakan perintah berikut :
    sudo add-apt-repository 'deb https://repo.mongodb.org/apt/debian buster/mongodb-org/4.2 main'

    Paket dengan versi lama dari MongoDB tidak tersedia untuk  Debian 10.

  4. Perbarui index paket dan install mongodb-org meta-package:
    sudo apt update
    sudo apt install mongodb-org

    Paket-paket berikut ini akan diinstal pada sistem Anda sebagai bagian dari paket mongodb-org:

    • mongodb-org-server – Daemon mongod dan konfigurasi init scripts yang sesuai.
    • mongodb-org-mongos – daemon mongos.
    • mongodb-org-shell – Shell mongo adalah antarmuka JavaScript interaktif untuk MongoDB. Shell ini digunakan untuk melakukan tugas administratif melalui baris perintah.
    • mongodb-org-tools – Berisi beberapa tools MongoDB untuk mengimpor dan mengekspor data, statistik, serta utilitas lainnya.
  5. Setelah instalasi selesai, jalankan daemon MongoDB dan aktifkan :
    sudo systemctl enable mongod --now
  6. Untuk memverifikasi apakah instalasi telah selesai dengan sukses, kita akan terhubung ke server database MongoDB menggunakan tools mongo dan melihat status koneksi:
    mongo --eval 'db.runCommand({ connectionStatus: 1 })'

    Outputnya akan terlihat seperti ini:

    MongoDB shell version v4.2.1
    connecting to: mongodb://127.0.0.1:27017/?compressors=disabled&gssapiServiceName=mongodb
    Implicit session: session { "id" : UUID("09f11c53-605f-44ad-abec-ec5801bb6b06") }
    MongoDB server version: 4.2.1
    {
    	"authInfo" : {
    		"authenticatedUsers" : [ ],
    		"authenticatedUserRoles" : [ ]
    	},
    	"ok" : 1
    }

    Nilai 1 untuk field ok artinya telah berhasil.

Konfigurasi MongoDB

MongoDB menggunakan file konfigurasi yang di tulis dalam bahasa YAML. Anda dapat mengonfigurasi instance MongoDB Anda dengan mengedit file /etc/mongod.conf.

Pengaturan konfigurasi default sudah cukup baik untuk sebagian besar pengguna. Namun, untuk lingkungan produksi, disarankan untuk sedikit mengubah bagian keamanan dan mengaktifkan otorisasi seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

nano /etc/mongod.conf
security:
  authorization: enabled

Opsi authorization memungkinkan Role-Based Access Control (RBAC) yang mengatur akses pengguna ke sumber daya dan operasi database. Jika opsi ini dinonaktifkan, setiap pengguna akan memiliki akses ke semua database dan melakukan tindakan apa pun.

Setelah membuat perubahan pada file konfigurasi MongoDB, restart layanan mongod dengan perintah:

sudo systemctl restart mongod

Untuk menemukan informasi lebih lanjut tentang opsi konfigurasi yang tersedia di MongoDB 4.2 kunjungi halaman dokumentasi konfigurasi.

Membuat User Administratif MongoDB

Jika Anda mengaktifkan otentikasi MongoDB, buat user administratif MongoDB yang akan digunakan untuk mengakses dan mengelola instance MongoDB.

Pertama akses mongo shell dengan:

mongo

Setelah Anda berada di dalam shell MongoDB ketik perintah berikut untuk terhubung ke database admin:

use admin
switched to db admin

Gunakan perintah berikut untuk membuat pengguna baru bernama mongoAdmin dengan peran userAdminAnyDatabase:

db.createUser(
  {
    user: "mongoAdmin", 
    pwd: "gantidenganpassword", 
    roles: [ { role: "userAdminAnyDatabase", db: "admin" } ]
  }
)
Successfully added user: {
	"user" : "mongoAdmin",
	"roles" : [
		{
			"role" : "userAdminAnyDatabase",
			"db" : "admin"
		}
	]
}

Anda dapat memberi nama pengguna MongoDB administratif seperti yang Anda inginkan.

Keluar dari mongo shell dengan mengetik:

quit()

Untuk menguji perubahan, akses shell mongo menggunakan pengguna administratif yang telah Anda buat sebelumnya:

mongo -u mongoAdmin -p --authenticationDatabase admin
use admin
switched to db admin

Sekarang cobalah untuk menampilkan pengguna dengan perintah :

show users
{
	"_id" : "admin.mongoAdmin",
	"user" : "mongoAdmin",
	"db" : "admin",
	"roles" : [
		{
			"role" : "userAdminAnyDatabase",
			"db" : "admin"
		}
	],
	"mechanisms" : [
		"SCRAM-SHA-1",
		"SCRAM-SHA-256"
	]
}

Anda juga dapat mencoba mengakses shell mongo tanpa argumen (cukup ketik mongo) dan lihat apakah Anda dapat melihat daftar pengguna menggunakan perintah yang sama seperti di atas.

Kesimpulan

Anda telah belajar cara menginstal dan mengkonfigurasi MongoDB 4.2 di server debian 10.