{"id":1296,"date":"2019-10-19T00:23:18","date_gmt":"2019-10-18T17:23:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=1296"},"modified":"2025-04-18T15:21:34","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:34","slug":"tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/","title":{"rendered":"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04"},"content":{"rendered":"<p>Odoo adalah perangkat lunak bisnis all-in-one paling populer di dunia. Ini menawarkan berbagai aplikasi bisnis termasuk CRM, situs web, e-Commerce, billing, akuntansi, manufaktur, gudang, manajemen proyek, inventaris, dan banyak lagi, semuanya terintegrasi menjadi satu software.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.odoo.com\/\">Odoo<\/a> dapat diinstal dengan beberapa cara berbeda. Cara termudah dan tercepat untuk menginstal Odoo adalah dengan menggunakan repositori APT resmi Odoo.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin memiliki lebih banyak fleksibilitas seperti menjalankan beberapa versi Odoo pada sistem yang sama, maka Anda dapat menggunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-docker-di-ubuntu-18-04\/\">docker<\/a> dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-menggunakan-docker-compose-di-ubuntu-18-04\/\">docker compose<\/a> atau menginstal Odoo di lingkungan virtual.<\/p>\n<p>Tutorial ini mencakup langkah-langkah yang diperlukan untuk menginstal dan mengkonfigurasi Odoo 13 didalam\u00a0Python virtual environment di Ubuntu 18.04. Kami akan doownload Odoo dari repositori Github mereka dan menggunakan Nginx sebagai reverse proxy.<\/p>\n<h2>Sebelum Mulai<\/h2>\n<p>Login ke mesin Ubuntu Anda sebagai <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-membuat-user-sudo-di-ubuntu-linux\/\">user sudo<\/a> dan perbarui sistem ke paket terbaru:<\/p>\n<pre><code>sudo apt update &amp;&amp; sudo apt upgrade<\/code><\/pre>\n<p>Install\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-cara-install-dan-konfigurasi-git-di-ubuntu-18-04\/\">Git<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-pip-di-ubuntu-18-04\/\">Pip<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-node-js-dan-npm-di-ubuntu-ppa\/\">Node.js<\/a>\u00a0dan tools yang dibutuhkan untuk build Odoo dan dependensi nya:<\/p>\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\">sudo apt install git python3-pip build-essential wget python3-dev python3-venv python3-wheel libxslt-dev libzip-dev libldap2-dev libsasl2-dev python3-setuptools node-less<\/pre>\n<h2>Membuat user untuk Odoo<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-useradd-dan-contoh-penggunaan\/\">Buat user sistem<\/a> baru untuk Odoo bernama <code>odoo13<\/code> dengan direktori home <code>\/opt\/odoo13<\/code> menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>sudo useradd -m -d \/opt\/odoo13 -U -r -s \/bin\/bash odoo13<\/pre>\n<p>Anda dapat menggunakan nama apa pun untuk user Odoo selama Anda membuat user PostgreSQL dengan nama yang sama.<\/p>\n<h2>Install dan konfigurasi PostgreSQL<\/h2>\n<p>Instal paket <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-postgresql-di-ubuntu-18-04\/\">PostgreSQL<\/a> dari repositori default Ubuntu:<\/p>\n<pre>sudo apt install postgresql<\/pre>\n<p>Setelah instalasi selesai, buat user PostgreSQL dengan nama yang sama dengan user sistem yang dibuat sebelumnya, dalam kasus kami yaitu\u00a0<code>odoo13<\/code>:<\/p>\n<pre>sudo su - postgres -c \"createuser -s odoo13\"<\/pre>\n<h2>Install Wkhtmltopdf<\/h2>\n<p>Paket wkhtmltox menyediakan seperangkat alat baris perintah open source yang dapat merender HTML ke dalam PDF dan berbagai format gambar. Untuk mencetak laporan PDF, Anda memerlukan tool\u00a0<code>wkhtmltopdf<\/code>.<\/p>\n<p>Versi yang direkomendasikan untuk Odoo adalah <code>0.12.5<\/code> yang tidak tersedia di repositori resmi Ubuntu 18.04.<\/p>\n<p>Unduh paket menggunakan perintah <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-menggunakan-command-wget-di-terminal\/\">wget<\/a> berikut:<\/p>\n<pre>wget https:\/\/github.com\/wkhtmltopdf\/wkhtmltopdf\/releases\/download\/0.12.5\/wkhtmltox_0.12.5-1.bionic_amd64.deb<\/pre>\n<p>Setelah unduhan selesai instal paket dengan mengetik:<\/p>\n<pre>sudo apt install .\/wkhtmltox_0.12.5-1.bionic_amd64.deb<\/pre>\n<h2>Install dan Konfigurasi Odoo<\/h2>\n<p>Kita akan menginstal Odoo dari repositori GitHub di dalam <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/membuat-python-virtual-environments-di-ubuntu-18-04\/\">Python virtual environment<\/a>. yang terisolasi.<\/p>\n<p>Sebelum memulai dengan proses instalasi, <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/pengertian-perintah-su-switch-user-di-sistem-linux\/\">beralihlah ke user<\/a>\u00a0\u201codoo13\u201d:<\/p>\n<pre>sudo su - odoo13<\/pre>\n<p>Kemudian cloning Odoo 13 source code dari <a href=\"https:\/\/github.com\/odoo\/odoo\">GitHub repository<\/a>:<\/p>\n<pre>git clone https:\/\/www.github.com\/odoo\/odoo --depth 1 --branch 13.0 \/opt\/odoo13\/odoo<\/pre>\n<p>Setelah source code diunduh, buat Python virtual environment baru untuk instalasi Odoo :<\/p>\n<pre>cd \/opt\/odoo13&#13;\npython3 -m venv odoo-venv<\/pre>\n<p>Selanjutnya, aktifkan environment dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>source odoo-venv\/bin\/activate<\/pre>\n<p>Instal semua modul Python yang diperlukan dengan pip3:<\/p>\n<pre>pip3 install wheel&#13;\npip3 install -r odoo\/requirements.txt<\/pre>\n<p>Jika Anda menemukan kesalahan kompilasi selama instalasi, pastikan Anda menginstal semua dependensi yang diperlukan yang tercantum di bagian <strong><em>Sebelum mulai\u00a0<\/em><\/strong>pada atas artikel ini.<\/p>\n<p>Nonaktifkan environment menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>deactivate<\/pre>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/membuat-direktori-di-linux-terminal-menggunakan-mkdir\/\">Buat direktori baru<\/a> untuk custom addons (pihak ketiga):<\/p>\n<pre>mkdir \/opt\/odoo13\/odoo-custom-addons<\/pre>\n<p>Nantinya, kita akan menambahkan direktori ini ke parameter <code>addons_path<\/code>. Parameter ini mendefinisikan daftar direktori tempat Odoo mencari modul.<\/p>\n<p>Beralih kembali ke user sudo dengan mengetik:<\/p>\n<pre>exit<\/pre>\n<p>Selanjutnya, buat file konfigurasi, Buka file dan edit sebagai berikut:<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/odoo13.conf<\/pre>\n<pre>[options]&#13;\n; This is the password that allows database operations:&#13;\nadmin_passwd = my_admin_passwd&#13;\ndb_host = False&#13;\ndb_port = False&#13;\ndb_user = odoo13&#13;\ndb_password = False&#13;\naddons_path = \/opt\/odoo13\/odoo\/addons,\/opt\/odoo13\/odoo-custom-addons<\/pre>\n<p>Jangan lupa untuk mengubah <code>my_admin_passwd<\/code> dengan kata sandi yang lebih aman dan mudah di ingat.<\/p>\n<h2 id=\"create-a-systemd-unit-file\" class=\"anchor\" aria-hidden=\"true\">Membuat Unit File Systemd<\/h2>\n<p>Untuk menjalankan Odoo sebagai service (layanan sistem), kita perlu membuat file <code>odoo13.service<\/code>.<\/p>\n<p>Buka <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-text-editor-nano-di-baris-perintah-linux\/\">teks editor<\/a> Anda dan paste konfigurasi berikut:<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/systemd\/system\/odoo13.service<\/pre>\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\">[Unit]&#13;\nDescription=Odoo13&#13;\nRequires=postgresql.service&#13;\nAfter=network.target postgresql.service&#13;\n&#13;\n[Service]&#13;\nType=simple&#13;\nSyslogIdentifier=odoo13&#13;\nPermissionsStartOnly=true&#13;\nUser=odoo13&#13;\nGroup=odoo13&#13;\nExecStart=\/opt\/odoo13\/odoo-venv\/bin\/python3 \/opt\/odoo13\/odoo\/odoo-bin -c \/etc\/odoo13.conf&#13;\nStandardOutput=journal+console&#13;\n&#13;\n[Install]&#13;\nWantedBy=multi-user.target<\/pre>\n<p>Beri tahu systemd bahwa ada file unit baru dan start layanan Odoo dengan menjalankan:<\/p>\n<pre>sudo systemctl daemon-reload<\/pre>\n<p>Jalankan Odoo service dan aktifkan untuk mulai otomatis saat boot dengan menjalankan :<\/p>\n<pre>sudo systemctl enable --now odoo13<\/pre>\n<p>Periksa status layanan dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>sudo systemctl status odoo13&#13;\n<\/pre>\n<p>Outputnya akan terlihat seperti di bawah ini yang menunjukkan bahwa layanan Odoo aktif dan berjalan.<\/p>\n<pre>\u25cf odoo13.service&#13;\n   Loaded: loaded (\/etc\/systemd\/system\/odoo13.service; enabled; vendor preset: enabled)&#13;\n   Active: active (running) since Sat 2019-10-19 20:06:23 UTC; 3s ago&#13;\n Main PID: 1860 (python3)&#13;\n    Tasks: 4 (limit: 2362)&#13;\n   CGroup: \/system.slice\/odoo13.service&#13;\n\u2514\u25001860 \/opt\/odoo13\/odoo-venv\/bin\/python3 \/opt\/odoo13\/odoo\/odoo-bin -c \/etc\/odoo13.conf<\/pre>\n<p>Jika Anda ingin melihat pesan yang dicatat oleh layanan Odoo, Anda dapat menggunakan perintah di bawah ini:<\/p>\n<pre>sudo journalctl -u odoo13&#13;\n<\/pre>\n<h2>Test Instalasi Odoo<\/h2>\n<p>Buka browser Anda dan ketik:<\/p>\n<p><strong>http:\/\/&lt;domain_anda_atau_IP_address&gt;:8069<\/strong><\/p>\n<p>Dengan asumsi instalasi berhasil, layar yang mirip dengan berikut ini akan muncul:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/ubuntu\/31892\/odoo-13.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" td-modal-image alignnone wp-image-33657 size-large\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/ubuntu\/31892\/odoo-13-750x630.jpg\" alt=\"odoo-13\" width=\"696\" height=\"585\"\/><\/a><\/p>\n<h2>Konfigurasikan Nginx sebagai\u00a0SSL Termination Proxy<\/h2>\n<p>Odoo web Server secara default melayani lalu lintas melalui HTTP. Untuk membuat deployment Odoo agar lebih aman, kita akan mengonfigurasi Nginx sebagai proxy terminasi SSL yang akan melayani lalu lintas melalui HTTPS.<\/p>\n<p>SSL termination proxy (Proxy terminasi SSL) adalah proxy server yang menangani enkripsi \/ dekripsi SSL. Ini berarti bahwa proxy terminasi (Nginx) akan menangani dan mendekripsi koneksi TLS yang masuk (HTTPS), dan itu akan meneruskan permintaan yang tidak terenkripsi ke layanan internal (Odoo) sehingga lalu lintas antara Nginx dan Odoo tidak akan dienkripsi (Menggunakan HTTP).<\/p>\n<p>Menggunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-setting-nginx-sebagai-reverse-proxy\/\">reverse proxy<\/a> memberi Anda banyak manfaat sepertiLoad Balancing,SSL Termination, Caching, Kompresi, Menyajikan Konten Statis yang lebih cepat, dan banyak lagi.<\/p>\n<p>Pastikan Anda telah memenuhi persyaratan berikut sebelum melanjutkan dengan bagian ini:<\/p>\n<p>Buka\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-cara-install-sublime-text-di-ubuntu-18-04\/\">text editor<\/a>\u00a0dan buat konfigurasi berikut :<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/nginx\/sites-enabled\/example.com&#13;\n<\/pre>\n<p>Dalam contoh ini kita akan mengkonfigurasi SSL Termination, pengalihan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mudah-redirect-http-ke-https-di-nginx\/\">HTTP ke HTTPS<\/a>, pengalihan WWW ke non-WWW, menyimpan file statis dan mengaktifkan kompresi <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-penggunaan-perintah-gzip-di-linux-terminal\/\">GZip<\/a>.<\/p>\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\"># Odoo servers&#13;\nupstream odoo {&#13;\n server 127.0.0.1:8069;&#13;\n}&#13;\n&#13;\nupstream odoochat {&#13;\n server 127.0.0.1:8072;&#13;\n}&#13;\n&#13;\n# HTTP -&gt; HTTPS&#13;\nserver {&#13;\n    listen 80;&#13;\n    server_name www.example.com example.com;&#13;\n&#13;\n    include snippets\/letsencrypt.conf;&#13;\n    return 301 https:\/\/example.com$request_uri;&#13;\n}&#13;\n&#13;\n# WWW -&gt; NON WWW&#13;\nserver {&#13;\n    listen 443 ssl http2;&#13;\n    server_name www.example.com;&#13;\n&#13;\n    ssl_certificate \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/fullchain.pem;&#13;\n    ssl_certificate_key \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/privkey.pem;&#13;\n    ssl_trusted_certificate \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/chain.pem;&#13;\n    include snippets\/ssl.conf;&#13;\n&#13;\n    return 301 https:\/\/example.com$request_uri;&#13;\n}&#13;\n&#13;\nserver {&#13;\n    listen 443 ssl http2;&#13;\n    server_name example.com;&#13;\n&#13;\n    proxy_read_timeout 720s;&#13;\n    proxy_connect_timeout 720s;&#13;\n    proxy_send_timeout 720s;&#13;\n&#13;\n    # Proxy headers&#13;\n    proxy_set_header X-Forwarded-Host $host;&#13;\n    proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;&#13;\n    proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;&#13;\n    proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;&#13;\n&#13;\n    # SSL parameters&#13;\n    ssl_certificate \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/fullchain.pem;&#13;\n    ssl_certificate_key \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/privkey.pem;&#13;\n    ssl_trusted_certificate \/etc\/letsencrypt\/live\/example.com\/chain.pem;&#13;\n    include snippets\/ssl.conf;&#13;\n&#13;\n    # log files&#13;\n    access_log \/var\/log\/nginx\/odoo.access.log;&#13;\n    error_log \/var\/log\/nginx\/odoo.error.log;&#13;\n&#13;\n    # Handle longpoll requests&#13;\n    location \/longpolling {&#13;\n        proxy_pass http:\/\/odoochat;&#13;\n    }&#13;\n&#13;\n    # Handle \/ requests&#13;\n    location \/ {&#13;\n       proxy_redirect off;&#13;\n       proxy_pass http:\/\/odoo;&#13;\n    }&#13;\n&#13;\n    # Cache static files&#13;\n    location ~* \/web\/static\/ {&#13;\n        proxy_cache_valid 200 90m;&#13;\n        proxy_buffering on;&#13;\n        expires 864000;&#13;\n        proxy_pass http:\/\/odoo;&#13;\n    }&#13;\n&#13;\n    # Gzip&#13;\n    gzip_types text\/css text\/less text\/plain text\/xml application\/xml application\/json application\/javascript;&#13;\n    gzip on;&#13;\n}<\/pre>\n<p>Jangan lupa untuk mengganti example.com dengan domain Odoo Anda dan setel jalur yang benar ke file sertifikat SSL. Snippets yang digunakan dalam konfigurasi ini dibuat dalam <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-konfigurasi-lets-encrypt-di-nginx-ubuntu-18-04\/\">panduan ini.<\/a><\/p>\n<p>Setelah selesai,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/perintah-dasar-untuk-manajemen-nginx-services\/\">restart<\/a>\u00a0layanan Nginx dengan:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart nginx<\/pre>\n<p>Selanjutnya, kita perlu memberi tahu Odoo bahwa kita akan menggunakan proxy. Untuk melakukannya, buka file konfigurasi dan tambahkan baris berikut:<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/odoo13.conf<\/pre>\n<pre>proxy_mode = True<\/pre>\n<p>Restart layanan Odoo agar perubahan diterapkan:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart odoo13&#13;\n<\/pre>\n<p>ada poin ini, server Anda sudah dikonfigurasikan dan dapat mengakses instance Odoo Anda di: <code>https:\/\/example.com<\/code><\/p>\n<h2>Ubah binding interface<\/h2>\n<p>Langkah ini opsional, tetapi ini merupakan praktik keamanan yang baik.<\/p>\n<p>Secara default, server Odoo mendengarkan port 8069 di semua antarmuka. Jika Anda ingin menonaktifkan akses langsung ke instance Odoo Anda, Anda dapat memblokir port <code>8069<\/code> untuk semua interface publik atau memaksa Odoo hanya listen pada interface lokal.<\/p>\n<p>Dalam panduan ini, kita akan mengonfigurasi Odoo hanya untuk listen pada<code>127.0.0.1<\/code>. Buka konfigurasi, tambahkan dua baris berikut di akhir file:<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/odoo13.conf<\/pre>\n<pre>xmlrpc_interface = 127.0.0.1&#13;\nnetrpc_interface = 127.0.0.1<\/pre>\n<p>Simpan file konfigurasi dan restart Odoo server agar perubahan diterapkan:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart odoo13&#13;\n<\/pre>\n<h2>Aktifkan Multiprocessing<\/h2>\n<p>Secara default, Odoo bekerja dalam mode multithreading. Untuk deployment lingkungan produksi, disarankan untuk beralih ke server multiprosesing karena meningkatkan stabilitas, dan membuat penggunaan sumber daya sistem yang lebih baik. Untuk mengaktifkan multiprocessing, kita perlu mengedit konfigurasi Odoo dan mengatur jumlah proses worker agar lebih optimal<\/p>\n<p>Jumlah workers dihitung berdasarkan jumlah CPU cores dalam sistem dan memori RAM yang tersedia.<\/p>\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/www.odoo.com\/documentation\/13.0\/setup\/deploy.html\">dokumentasi\u00a0resmi<\/a>\u00a0Odoo,\u00a0untuk menghitung jumlah worker dan ukuran <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-penggunaan-perintah-free-di-linux-terminal\/\">memori RAM<\/a> yang diperlukan, kita akan menggunakan rumus dan asumsi berikut:<\/p>\n<p><strong>Perhitungan jumlah Worker<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Jumlah maksimal worker secara teoritis = (system_cpu * 2) + 1<\/li>\n<li>1 worker dapat melayani kurang lebih 6 users secara bersamaan<\/li>\n<li>Cron workers\u00a0juga membutuhkan sumber daya CPU<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>RAM memory size calculation<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kita akan mempertimbangkan bahwa 20% dari semua requests adalah requests \u201cberat\u201d, sedangkan 80% requests lebih ringan. Requests berat menggunakan sekitar 1 GB RAM sedangkan yang lebih ringan\u00a0menggunakan sekitar 150 MB RAM<\/li>\n<li>RAM yang dibutuhkan =\u00a0<code>jumlah_workers * ((rasio_request_ringan * estimasi_RAM_request_ringan) + (rasio_request_berat *estimasi_RAM_request_berat))<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika Anda tidak tahu berapa banyak CPU yang Anda miliki di sistem yang berjalan, Anda dapat menggunakan perintah <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/memahami-penggunaan-perintah-grep-di-linux-terminal\/\"><code>grep<\/code><\/a>\u00a0berikut:<\/p>\n<pre>grep -c ^processor \/proc\/cpuinfo&#13;\n<\/pre>\n<p>Katakanlah kita memiliki sistem dengan 4 core CPU, 8 GB memori RAM dan 30 user Odoo bersamaan.<\/p>\n<ul>\n<li><code>30 users \/ 6 = **5**<\/code>\u00a0(5\u00a0adalah jumlah teoritis worker yang dibutuhkan )<\/li>\n<li><code>(4 * 2) + 1 = **9**<\/code>\u00a0( 9 adalah jumlah teoritis worker maksimal)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan perhitungan di atas kita dapat menggunakan 5 workers + 1 worker untuk cron yang totalnya 6 worker.<\/p>\n<p>Hitung konsumsi memori RAM berdasarkan jumlah workers:<\/p>\n<ul>\n<li><code>RAM = 6 * ((0.8*150) + (0.2*1024)) ~= 2 GB of RAM<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<p>Perhitungan di atas menunjukkan bahwa instalasi Odoo akan membutuhkan sekitar 2GB RAM.<\/p>\n<p>Untuk beralih ke mode multiprocessing, buka file konfigurasi dan tambahkan baris berikut:<\/p>\n<pre>sudo nano \/etc\/odoo13.conf<\/pre>\n<pre>limit_memory_hard = 2684354560&#13;\nlimit_memory_soft = 2147483648&#13;\nlimit_request = 8192&#13;\nlimit_time_cpu = 600&#13;\nlimit_time_real = 1200&#13;\nmax_cron_threads = 1&#13;\nworkers = 5<\/pre>\n<p>Restart layanan Odoo agar perubahan diterapkan:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart odoo13&#13;\n<\/pre>\n<p>Sisa sumber daya sistem akan digunakan oleh layanan lain yang berjalan di sistem. Dalam panduan ini kami memasang Odoo bersama PostgreSQL dan Nginx di server yang sama dan tergantung pada pengaturan Anda, Anda mungkin juga memiliki layanan lain yang berjalan di server Anda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Tutorial ini memandu Anda melalui instalasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 di Python virtual environment menggunakan Nginx sebagai reverse proxy. Anda juga belajar cara mengaktifkan multiprosesing dan mengoptimalkan Odoo untuk lingkungan produksi.<\/p>\n<p>Anda juga mungkin ingin memeriksa tutorial kami tentang cara membuat <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-setup-backup-otomatis-database-odoo\/\">backup harian secara otomatis database Odoo<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Odoo adalah perangkat lunak bisnis all-in-one paling populer di dunia. Ini menawarkan berbagai aplikasi bisnis&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1130,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[28,184,106,185,186,85,187,9,129],"class_list":["post-1296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ubuntu","tag-nginx","tag-odoo","tag-pip","tag-postgresql","tag-proxy","tag-python","tag-ssl","tag-ubuntu","tag-ubuntu-18-04"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Odoo adalah perangkat lunak bisnis all-in-one paling populer di dunia. Ini menawarkan berbagai aplikasi bisnis&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-18T17:23:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"840\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/\",\"name\":\"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-18T17:23:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg\",\"width\":1000,\"height\":840},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid","og_description":"Odoo adalah perangkat lunak bisnis all-in-one paling populer di dunia. Ini menawarkan berbagai aplikasi bisnis&hellip;","og_url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2019-10-18T17:23:18+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:34+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":840,"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/","name":"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04 - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg","datePublished":"2019-10-18T17:23:18+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/odoo-13.jpg","width":1000,"height":840},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-dan-konfigurasi-odoo-13-di-ubuntu-18-04\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutorial Install dan Konfigurasi Odoo 13 di Ubuntu 18.04"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1296"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2798,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1296\/revisions\/2798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}