{"id":1461,"date":"2019-08-19T02:47:52","date_gmt":"2019-08-18T19:47:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=1461"},"modified":"2025-04-18T15:21:41","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:41","slug":"tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/","title":{"rendered":"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH"},"content":{"rendered":"<p>Ketika berbicara tentang cara mentransfer file antar sistem di jaringan, user Linux dan Unix memiliki banyak pilihan tools yang dapat mereka gunakan.<\/p>\n<p>Protokol yang paling populer untuk transfer data adalah SSH dan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-menggunakan-linux-ftp-untuk-transfer-files\/\">FTP<\/a>. Sementara ini FTP sangat populer meski tidak terlalu aman, Saya sendiri selalu merekomendasikan untuk selalu menggunakan SSH karena ini adalah cara paling aman untuk mentransfer file Anda.<\/p>\n<p>Ada tool khusus untuk transfer file melalui SSH seperti <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-transfer-file-secara-aman-dengan-perintah-scp\/\"><code>scp<\/code> <\/a>dan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-menggunakan-perintah-sftp-untuk-transfer-file\/\"><code>sftp<\/code>,<\/a> tetapi tidak satupun dari mereka memiliki semua fitur yang disediakan <code>rsync<\/code>. rsync dapat digunakan untuk mirroring data, incremental backups, menyalin file antar sistem dan sebagainya.<\/p>\n<p>Dalam tutorial ini, kami akan menjelaskan cara menyalin file dengan <code>rsync<\/code> melalui SSH.<\/p>\n<h2>Persyaratan<\/h2>\n<p>Untuk melanjutkan Tutorial ini, Pastikan persyaratan ini telah terpenuhi.<\/p>\n<ol>\n<li>Utilitas rsync harus diinstal pada tujuan dan sistem sumber. Jika tidak diinstal, Anda dapat menginstalnya menggunakan manajer paket distribusi Anda:<br \/><strong>Ubuntu and Debian:<\/strong>\n<pre>sudo apt install rsync<\/pre>\n<p><strong>CentOS and Fedora:<\/strong><\/p>\n<pre>sudo yum install rsync<\/pre>\n<\/li>\n<li>Akses SSH ke komputer jarak jauh.<\/li>\n<li>User yang menjalankan perintah rsync dan pengguna SSH jarak jauh harus memiliki izin yang sesuai untuk membaca dan menulis file.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Menggunakan rsync untuk transfer file melalui SSH<\/h2>\n<p>Dengan <code>rsync<\/code>, Anda dapat mentransfer file dan direktori melalui SSH dari dan ke remote server.<\/p>\n<p>Sintaks umum untuk mentransfer file dengan rsync adalah sebagai berikut:<\/p>\n<pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\">Local ke Remote : rsync [OPTION]... -e ssh [SRC]... [USER@]HOST:DEST&#13;\nRemote ke Local : rsync [OPTION]... -e ssh [USER@]HOST:SRC... [DEST]<\/pre>\n<p>Di mana <code>SRC<\/code> adalah direktori sumber, <code>DEST<\/code> adalah direktori tujuan,\u00a0<code>USER<\/code>\u00a0adalah nama pengguna SSH jarak jauh, dan <code>HOST<\/code> adalah remote host SSH atau Alamat IP.<\/p>\n<p>Versi rsync yang lebih baru dikonfigurasi untuk menggunakan SSH sebagai shell remote default sehingga Anda dapat menghilangkan opsi <code>-e ssh<\/code>.<\/p>\n<p>Misalnya, untuk mentransfer satu file <code>\/opt\/file.zip<\/code> dari sistem lokal ke direktori <code>\/var\/www\/<\/code> pada sistem jarak jauh dengan IP <code>12.12.12.12<\/code> Anda akan menjalankan:<\/p>\n<pre>rsync -a <span style=\"color: #800000;\">\/opt\/file.zip<\/span> <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:<span style=\"color: #0000ff;\">\/var\/www\/<\/span><\/pre>\n<p>Opsi <code>-a<\/code> adalah singkatan dari mode archive (arsip) yang akan menyinkronkan direktori secara rekursif, mentransfer perangkat khusus dan setiap block, mempertahankan symbolic links, waktu modifikasi, grup, kepemilikan, dan izin.<\/p>\n<p>Jika Anda tidak menerapkan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-konfigurasi-login-ssh-tanpa-password\/\">login SSH tanpa password<\/a> ke mesin jarak jauh, Anda akan diminta untuk memasukkan kata sandi user.<\/p>\n<p>Jika file sudah ada di server jarak jauh, maka file tersebut akan ditimpa. Jika Anda ingin menyimpan file dengan nama yang berbeda, tentukan nama baru:<\/p>\n<pre>rsync -a \/opt\/<span style=\"color: #ff0000;\">file.zip<\/span> <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:\/var\/www\/<span style=\"color: #3366ff;\">file2.zip<\/span><\/pre>\n<p>Untuk mentransfer data dari jarak jauh ke mesin lokal, gunakan lokasi jarak jauh sebagai sumber dan lokasi lokal sebagai tujuan:<\/p>\n<pre>rsync -a <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:<span style=\"color: #3366ff;\">\/var\/www\/file.zip<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\">\/opt\/<\/span><\/pre>\n<p>Mentransfer direktori dengan <code>rsync<\/code> melalui SSH sama dengan mentransfer file.<\/p>\n<p>Penting untuk diketahui bahwa rsync memberikan perlakuan berbeda pada direktori sumber dengan trailing slash atau garis miring <code>\/<\/code>. Ketika direktori sumber memiliki garis miring, rsync hanya akan menyalin isi direktori sumber ke direktori tujuan. Ketika trailing slash (<code>\/<\/code>) dihilangkan direktori sumber akan disalin di dalam direktori tujuan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh untuk mentransfer direktori lokal <code>\/opt\/linuxid\/images\/<\/code> ke direktori <code>\/var\/www\/images\/<\/code> pada mesin remote, maka perintah yang akan Anda gunakan :<\/p>\n<pre>rsync -a \/home\/linuxid\/images\/ <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:\/var\/www\/images\/<\/pre>\n<p>Gunakan opsi <code>--delete<\/code> jika Anda ingin menyinkronkan direktori lokal dan jarak jauh. Berhati-hatilah saat menggunakan opsi ini karena akan menghapus file di direktori tujuan jika file yang ada di direktori tujuan tidak ada di direktori sumber.<\/p>\n<pre>rsync -a --delete \/home\/linuxid\/images\/ <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:\/var\/www\/images\/<\/pre>\n<p>Jika SSH pada host jarak jauh <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mudah-mengganti-port-ssh-di-linux\/\">listening<\/a>\u00a0pada port selain dari default 22, tentukan port menggunakan opsi <code>-e<\/code>. Misalnya, jika SSH listening pada port 33122 Anda akan menggunakan:<\/p>\n<pre>rsync -a -e \"ssh -p 33122\" \/home\/linuxid\/images\/ <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:\/var\/www\/images\/<\/pre>\n<p>Saat mentransfer data dalam jumlah besar, disarankan untuk menjalankan perintah rsync di dalam sesi <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/kustomisasi-linux-terminal-menggunakan-linux-screen\/\">screen<\/a>\u00a0atau <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/kustomisasi-linux-terminal-menggunakan-tmux\/\">tmux<\/a> dan menggunakan opsi <code>-P<\/code> yang memberitahu rsync untuk menampilkan progress bar selama transfer dan menyimpan file yang ditransfer secara berkala:<\/p>\n<pre>rsync -a -P \/home\/linuxid\/images\/ <span style=\"color: #339966;\">user<\/span>@<span style=\"color: #99cc00;\">12.12.12.12<\/span>:\/var\/www\/images\/<\/pre>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Kami telah menunjukkan kepada Anda cara menggunakan <code>rsync<\/code> melalui SSH untuk menyalin dan menyinkronkan file dan direktori. Anda juga dapat <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/perintah-rsync-untuk-mengecualikan-folder-dan-direktori\/\">mengecualikan file atau direktori<\/a> dengan <code>rsync<\/code>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika berbicara tentang cara mentransfer file antar sistem di jaringan, user Linux dan Unix memiliki&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[107],"tags":[72,224,93],"class_list":["post-1461","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-other","tag-linux-terminal","tag-rsync","tag-ssh"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika berbicara tentang cara mentransfer file antar sistem di jaringan, user Linux dan Unix memiliki&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-18T19:47:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/\",\"name\":\"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-08-18T19:47:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid","og_description":"Ketika berbicara tentang cara mentransfer file antar sistem di jaringan, user Linux dan Unix memiliki&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2019-08-18T19:47:52+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:41+00:00","author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/","name":"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"datePublished":"2019-08-18T19:47:52+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-transfer-file-dengan-rsync-melalui-ssh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutorial Transfer File dengan Rsync Melalui SSH"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2856,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1461\/revisions\/2856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}