{"id":1521,"date":"2019-07-19T20:31:36","date_gmt":"2019-07-19T13:31:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=1521"},"modified":"2025-04-18T15:21:57","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:57","slug":"cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/","title":{"rendered":"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH"},"content":{"rendered":"<p>SSHFS (SSH Filesystem) adalah filesystem client berdasarkan FUSE untuk memasang direktori jarak jauh melalui koneksi SSH. SSHFS menggunakan protokol SFTP, yang merupakan subsistem dari SSH dan diaktifkan secara default di sebagian besar SSH server.<\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan protokol sistem file jaringan lainnya seperti NFS dan Samba, keunggulan SSHFS adalah tidak memerlukan konfigurasi tambahan di sisi server. Untuk menggunakan SSHFS, Anda hanya perlu akses SSH ke server jarak jauh.<\/p>\n<p>Karena SSHFS menggunakan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-menggunakan-perintah-sftp-untuk-transfer-file\/\">SFTP<\/a>, semua data yang dikirimkan antara server dan klien harus dienkripsi dan didekripsi. Hasil ini dengan kinerja yang sedikit menurun dibandingkan dengan NFS, dan penggunaan CPU yang lebih tinggi pada klien dan server.<\/p>\n<p>Tutorial ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menginstal klien SSHFS di Linux, macOS, dan Windows dan cara memasang direktori jarak jauh.<\/p>\n<h2>Menginstal SSHFS<\/h2>\n<p>Paket SSHFS tersedia untuk semua sistem operasi dan pemasangannya cukup mudah.<\/p>\n<h3>Instal SSHFS di Ubuntu dan Debian<\/h3>\n<p>SSHFS tersedia dari repositori default Ubuntu dan Debian. Perbarui packages index dan instal sshfs client dengan mengetik:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">sudo apt update&#13;\n<\/code><code class=\"terminal-line\">sudo apt install sshfs<\/code><\/pre>\n<h3>Instal SSHFS pada CentOS<\/h3>\n<p>Pada CentOS dan turunan Red Hat lainnya, jalankan perintah berikut untuk menginstal sshfs:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">sudo yum install sshfs<\/code><\/pre>\n<h3>Instal SSHFS di macOS<\/h3>\n<p>pengguna macOS dapat menginstal SSHFS client dengan mengunduh paket FUSE dan SSHFS dari situs osxfuse atau via Homebrew:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">brew cask install osxfuse&#13;\n<\/code><code class=\"terminal-line\">brew install sshfs<\/code><\/pre>\n<h3>Instal SSHFS di Windows<\/h3>\n<p>Pengguna Windows perlu menginstal dua paket, WinFsp dan SSHFS-Win.<\/p>\n<h2>Mounting Remote File System<\/h2>\n<p>Instruksi berikut ini berlaku untuk semua distribusi Linux dan macOS.<\/p>\n<p>Untuk <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/menggunakan-perintah-mount-dan-unmount-file-systems-di-linux\/\">mount<\/a>\u00a0direktori jarak jauh, pengguna SSH harus dapat mengaksesnya. Perintah mount SSHFS mengambil bentuk berikut:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">sshfs [user@]host:[remote_directory] mountpoint [options]<\/code><\/pre>\n<p>Perintah sshfs akan membaca File<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-mengatur-ssh-dengan-file-ssh-config\/\"> Konfigurasi SSH<\/a> dan menggunakan pengaturan per host. Jika direktori jarak jauh tidak ditentukan, default adalah masuk ke direktori home dari user jarak jauh.<\/p>\n<p>Misalnya, untuk mount direktori home dari seorang pengguna bernama \u201clinuxid\u201d pada host jarak jauh dengan alamat IP \u201c192.168.121.121\u201d, pertama\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/membuat-direktori-di-linux-terminal-menggunakan-mkdir\/\">buat direktori<\/a> yang akan berfungsi sebagai mount point, direktori bisa lokasi manapun yang Anda inginkan:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">mkdir ~\/linuxidremote<\/code><\/pre>\n<p>Kemudian gunakan perintah sshfs untuk mount direktori jarak jauh:<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">sshfs <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/cdn-cgi\/l\/email-protection\" class=\"__cf_email__\" data-cfemail=\"c8a4a1a6bdb0a1ac88f9f1fae6f9fef0e6f9faf9e6f9faf9\">[email\u00a0protected]<\/a>:\/home\/linuxid \/home\/linuxid\/linuxidremote<\/code><\/pre>\n<p>Anda akan diminta memasukkan kata sandi user. Untuk menghindari mengetikkan kata sandi setiap kali Anda mount direktori jarak jauh, buat SSH keys dan atur <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-konfigurasi-login-ssh-tanpa-password\/\">Login SSH Tanpa password<\/a>.<\/p>\n<p>Sekarang Anda dapat berinteraksi dengan direktori dan file yang terletak di remote server dengan cara yang sama seperti yang Anda lakukan dengan file lokal. Misalnya, Anda dapat mengedit, menghapus, mengganti nama, atau <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-dasar-membuat-file-di-linux-terminal\/\">membuat file<\/a> dan direktori baru.<span id=\"ezoic-pub-ad-placeholder-161\" class=\"ezoic-adpicker-ad\"\/><\/p>\n<p>Jika Anda ingin me-mount direktori remote secara permanen, Anda perlu mengedit file <code>\/etc\/fstab\u00a0<\/code>lokal dan menambahkan mount entry baru. Dengan cara ini ketika sistem Anda boot itu akan secara otomatis me-mount remote direktory.<\/p>\n<p>Untuk mount remote direktory melalui SSHFS dari <code>\/etc\/fstab<\/code>, gunakan <code>fuse.sshfs<\/code> sebagai tipe file sistem.<\/p>\n<pre class=\"code-label\">sudo vim \/etc\/fstab<\/pre>\n<div class=\"highlight\">\n<pre class=\"chroma\"><code class=\"language-ini\" data-lang=\"ini\"><span class=\"na\">user@host:\/remote\/dir  \/local\/mountpoint  fuse.sshfs  defaults  0  0<\/span><\/code><\/pre>\n<\/div>\n<p>Jika ingin mount secara permanen, pastikan Anda dapat menghubungkan host jarak jauh menggunakan otentikasi berbasis kunci SSH.<\/p>\n<h2>Mounting\u00a0Remote File System pada Windows<\/h2>\n<p>Pengguna Windows dapat menggunakan Windows Explorer untuk memetakan drive jaringan ke direktori jarak jauh di SSH server.<\/p>\n<p>Buka Windows Explorer, klik kanan pada \u201cThis PC\u201d dan pilih \u201cMap network drive\u201d. Pilih drive untuk di-mount dan di bidang \u201cFolder\u201d masukkan nama pengguna jarak jauh, server, dan jalur dalam format berikut:<\/p>\n<p>Pada saat penulisan artikel ini, SSHFS-Win tidak mendukung otentikasi berbasis key sehingga server ssh jarak jauh perlu dikonfigurasi untuk menerima otentikasi berbasis kata sandi.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih rinci, kunjungi halaman manual <a href=\"https:\/\/github.com\/billziss-gh\/sshfs-win\">SSHFS-Win<\/a>.<\/p>\n<h2>Unmount Remote File System<\/h2>\n<p>Untuk melepaskan file sistem\u00a0 yang terpasang, gunakan perintah <code>umount<\/code> atau <code>fusermount<\/code> dan diikuti oleh direktori mount (mount point):<\/p>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">fusermount -u \/local\/mountpoint<\/code><\/pre>\n<pre class=\"terminal\"><code class=\"terminal-line\">umount \/local\/mountpoint<\/code><\/pre>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dalam panduan ini, Anda telah mempelajari cara menggunakan SSHFS untuk mount emote directory melalui SSH. Ini bisa bermanfaat ketika Anda ingin berinteraksi dengan remote files dari aplikasi mesin lokal Anda.<\/p>\n<p>Untuk daftar lengkap opsi yang tersedia untuk perintah sshfs, ketik <code>man sshfs<\/code> di terminal Anda.<\/p>\n<p>Anda mungkin juga ingin membatasi akses pengguna ke direktori home dengan mengatur <a href=\"https:\/\/linuxize.com\/post\/how-to-set-up-sftp-chroot-jail\/\">SFTP Chroot Jail<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mudah-mengganti-port-ssh-di-linux\/\">mengubah port default SSH<\/a> untuk menambahkan lapisan keamanan tambahan ke server Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SSHFS (SSH Filesystem) adalah filesystem client berdasarkan FUSE untuk memasang direktori jarak jauh melalui koneksi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[72,232,93],"class_list":["post-1521","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-terminal","tag-linux-terminal","tag-sftp","tag-ssh"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SSHFS (SSH Filesystem) adalah filesystem client berdasarkan FUSE untuk memasang direktori jarak jauh melalui koneksi&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-19T13:31:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/\",\"name\":\"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-07-19T13:31:36+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid","og_description":"SSHFS (SSH Filesystem) adalah filesystem client berdasarkan FUSE untuk memasang direktori jarak jauh melalui koneksi&hellip;","og_url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2019-07-19T13:31:36+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:57+00:00","author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/","name":"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"datePublished":"2019-07-19T13:31:36+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menggunakan-sshfs-untuk-mount-directory-menggunakan-ssh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menggunakan SSHFS Untuk Mount Directory Menggunakan SSH"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1521"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1521\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2882,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1521\/revisions\/2882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}