{"id":1661,"date":"2019-06-03T20:32:03","date_gmt":"2019-06-03T13:32:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=1661"},"modified":"2025-04-18T15:21:59","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:59","slug":"tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/","title":{"rendered":"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal"},"content":{"rendered":"<p>Memindahkan file dan direktori adalah salah satu tugas paling mendasar yang sering perlu Anda lakukan pada sistem Linux.<\/p>\n<p>Dalam tutorial ini, kami akan menjelaskan cara menggunakan perintah <code>mv<\/code> untuk memindahkan file dan direktori menggunakan baris perintah.<\/p>\n<p>Menggunakan baris perintah adalah hal yang sudah tidak asing bagi pengguna Linux, terutama bagi mereka yang mengelola server Linux yang tidak ada akses GUI. Ada alasan mendasar kenapa sebagian besar distribusi Linux server tidak ada akses GUI, Salah satunya adalah alasan keamanan.<\/p>\n<p>Diharapkan Anda membuka konsol terminal distribusi Linux untuk mengikuti panduan di halaman ini agar Anda lebih memahami cara kerja perintah <code>mv<\/code> Linux Terminal.<\/p>\n<p>Kami juga sarankan Anda untuk menguji setiap tutorial atau panduan apapun yang ada di Internet di virtual machine (vmware atau virtualbox) sebelum menerapkan ke server produksi, agar tidak mengacaukan sistem yang aktif berjalan ketika ada kesalahan.<\/p>\n<p>Anda bisa melihat cara installasi VMware di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-vmware-workstation-player-di-ubuntu-18-04\/\">Ubuntu<\/a> dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-vmware-workstation-player-di-centos-7\/\">CentOS<\/a>, dan VirtualBox di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-cara-install-virtualbox-di-ubuntu-18-04\/\">Ubuntu<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-oracle-virtualbox-6-0-di-fedora-linux\/\">Fedora,<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-oracle-virtualbox-di-centos-7\/\">CentOS<\/a><\/p>\n<h2>Cara Menggunakan Perintah mv<\/h2>\n<p>Perintah <code>mv<\/code> (merupakan singkatan dari <strong>m<\/strong>o<strong>v<\/strong>e) digunakan ketika akan memindahkan file atau direktori dari satu lokasi ke lokasi lain, perintah mv juga dapat mengubah nama file dan direktori.<\/p>\n<p>Sintaks untuk perintah mv adalah sebagai berikut:<\/p>\n<pre>mv [OPTIONS] <span style=\"color: #ff0000;\">sumber<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">tujuan<\/span><\/pre>\n<p><code>sumber<\/code>\u00a0dapat berupa satu atau lebih file atau direktori, dan <code>tujuan<\/code> dapat berupa file atau direktori.<\/p>\n<ul>\n<li>Jika Anda menentukan beberapa file atau direktori sebagai <code>sumber<\/code>, <code>tujuan<\/code> harus berupa direktori. Dalam hal ini, file <code>sumber<\/code> dipindahkan ke direktori target.<\/li>\n<li>Jika Anda menentukan satu file sebagai <code>sumber<\/code>, dan target\u00a0adalah direktori, maka file tersebut akan dipindahkan ke direktori yang Anda ditentukan.<\/li>\n<li>Jika Anda menentukan satu file sebagai <code>sumber<\/code>, dan\u00a0<code>tujuan<\/code>\u00a0yang belum ada, maka Anda <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mudah-ubah-nama-file-dan-direktori-di-linux-terminal\">mengganti nama file<\/a> tersebut.<\/li>\n<li>Jika <code>sumber<\/code> adalah direktori dan <code>tujuan<\/code> bukan direktori, <code>sumber<\/code> yang ada akan diubah namanya menjadi <code>tujuan<\/code>, jika tidak maka akan dipindahkan ke dalam direktori tujuan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span id=\"ezoic-pub-ad-placeholder-139\" class=\"ezoic-adpicker-ad\"\/>Untuk memindahkan file atau direktori, Anda harus memiliki izin write (tulis) pada <code>sumber<\/code> dan <code>tujuan<\/code>. Jika tidak, Anda akan menerima pesan error terkait izin ditolak.<\/p>\n<p>Contoh untuk memindahkan file yang bernama\u00a0<code>file1<\/code> dari <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/mengenal-current-working-directory-di-linux-terminal\/\">direktori kerja saat ini<\/a> ke direktori<code>\/tmp,<\/code> Anda dapat menjalankan perintah:<\/p>\n<pre>mv <span style=\"color: #ff0000;\">file1<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">\/tmp<\/span><\/pre>\n<p>Untuk mengganti nama file (<code>sumber<\/code>), tentukan nama file <code>tujuan<\/code>:<\/p>\n<pre>mv <span style=\"color: #ff0000;\">file1<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">file2<\/span><\/pre>\n<p>Perintah untuk memindahkan direktori sama dengan ketika kita memindahkan file. Dalam contoh berikut jika <code>dir2<\/code> ada, dan kita memindahkan <code>dir1<\/code> ke dalam <code>dir2<\/code>. Jika <code>dir2<\/code> tidak ada, maka <code>dir1<\/code>\u00a0akan diganti namanya menjadi <code>dir2<\/code>:<\/p>\n<pre>mv <span style=\"color: #ff0000;\">dir1<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">dir2<\/span><\/pre>\n<h2>Memindahkan Banyak File dan Direktori<\/h2>\n<p>Untuk memindahkan banyak file dan direktori, tentukan file yang ingin Anda pindahkan sebagai sumber. Misalnya untuk memindahkan <code>file1<\/code> dan <code>file2<\/code> ke direktori <code>dir1,<\/code> Anda akan mengetik:<\/p>\n<pre>mv <span style=\"color: #ff0000;\">file1<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\">file2<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">dir1<\/span><\/pre>\n<p>Perintah <code>mv<\/code> juga memungkinkan Anda untuk menggunakan pencocokan pola. Misalnya, untuk semua file pdf yang ada di direktori saat ini dan memindahkan ke direktori <code>~\/Documents<\/code>, maka perintah yang akan Anda gunakan:<\/p>\n<pre>mv <span style=\"color: #ff0000;\">*.pdf<\/span> <span style=\"color: #99cc00;\">~\/Documents<\/span><\/pre>\n<h2>Opsi Perintah mv<\/h2>\n<p>Perintah <code>mv<\/code> menerima opsi yang memengaruhi perilaku perintah default. Dalam beberapa distribusi Linux, <code>mv<\/code> dapat berupa alias ke perintah <code>mv<\/code> dengan serangkaian opsi khusus. Misalnya dalam CentOS <code>mv<\/code> adalah alias dari\u00a0<code>mv -i<\/code>. Anda dapat menemukan apakah <code>mv<\/code> adalah alias menggunakan perintah <code>type<\/code>:<\/p>\n<pre>type mv<\/pre>\n<p>Jika <code>mv<\/code>\u00a0adalah alias maka output dari perintah di atas akan terlihat seperti ini:<\/p>\n<pre>mv is aliased to `mv -i'<\/pre>\n<p>Jika Anda menentukan opsi yang bertentangan, opsi yang ditentukan terakhir akan diutamakan.<\/p>\n<h3>Beritahu Pengguna sebelum menimpa<\/h3>\n<p>Secara default, jika file tujuan ada, file itu akan ditimpa. Untuk meminta konfirmasi, gunakan opsi <code>-i<\/code>:<\/p>\n<pre>mv -i file1 \/tmp<\/pre>\n<pre>mv: overwrite '\/tmp\/file1'?<\/pre>\n<p>Untuk menimpa file, ketikkan karakter <code>y<\/code> atau <code>Y<\/code>.<\/p>\n<h3>Menimpa paksa<\/h3>\n<p>Jika Anda mencoba untuk menimpa file hanya baca, perintah <code>mv<\/code> akan menanyakan apakah Anda ingin menimpa file:<\/p>\n<pre>mv -i file1 \/tmp<\/pre>\n<pre>mv: replace '\/tmp\/file1', overriding mode 0400 (r--------)?<\/pre>\n<p>Untuk menghindari selalu meminta konfirmasi, gunakan opsi <code>-f<\/code>:<\/p>\n<pre>mv -f file1 \/tmp<\/pre>\n<p>Opsi ini sangat berguna ketika Anda perlu menimpa beberapa file read only.<\/p>\n<h3>Perintah mv agar tidak menimpa file yang ada<\/h3>\n<p>Opsi <code>-n<\/code>\u00a0akan memberitahu <code>mv<\/code> untuk tidak menimpa file yang ada:<\/p>\n<pre>mv -f file1 \/tmp<\/pre>\n<p>Jika <code>file1<\/code> ada, maka perintah di atas tidak akan melakukan apa-apa, jika tidak maka akan memindahkan file ke direktori \/tmp.<\/p>\n<h3>Backup file<\/h3>\n<p>Jika file tujuan ada, Anda dapat membuat backup file sumber menggunakan opsi <code>-b<\/code>:<\/p>\n<pre>mv -b file1 \/tmp<\/pre>\n<p>File backup akan memiliki nama yang sama dengan file asli, bedanya hanay akan di tambahkan tilde (<code>~<\/code>) di belakang nama.<\/p>\n<p>Gunakan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/perintah-ls-di-linux-terminal-dan-contoh-penggunaan\/\">perintah ls<\/a> untuk memverifikasi bahwa cadangan telah dibuat:<\/p>\n<pre>ls \/tmp\/file1*<\/pre>\n<pre>\/tmp\/file1  \/tmp\/file1~<\/pre>\n<h3>Output Verbose<\/h3>\n<p>Opsi lain yang bisa berguna adalah <code>-v<\/code>. Saat menggunakan opsi ini perintah akan mencetak nama setiap file yang dipindahkan:<\/p>\n<pre>mv -i file1 \/tmp<\/pre>\n<pre>renamed 'file1' -&gt; '\/tmp\/file1'<\/pre>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sekarang Anda sudah memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana menggunakan perintah <code>mv<\/code> untuk memindahkan file dan direktori. Pengguna Linux baru yang kadang merasa terintimidasi oleh baris perintah, dapat menggunakan file manager GUI untuk memindahkan file mereka.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah <code>mv<\/code>, periksa halaman <a href=\"https:\/\/ss64.com\/bash\/mv.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">manual<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memindahkan file dan direktori adalah salah satu tugas paling mendasar yang sering perlu Anda lakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1662,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[72],"class_list":["post-1661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terminal","tag-linux-terminal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memindahkan file dan direktori adalah salah satu tugas paling mendasar yang sering perlu Anda lakukan&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-03T13:32:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"934\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"318\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/\",\"name\":\"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg\",\"datePublished\":\"2019-06-03T13:32:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg\",\"width\":934,\"height\":318},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid","og_description":"Memindahkan file dan direktori adalah salah satu tugas paling mendasar yang sering perlu Anda lakukan&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2019-06-03T13:32:03+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:59+00:00","og_image":[{"width":934,"height":318,"url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/","name":"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg","datePublished":"2019-06-03T13:32:03+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Perintah-mv-dan-Penggunaan-di-Linux-Terminal.jpg","width":934,"height":318},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-dan-penggunaan-perintah-mv-di-linux-terminal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutorial dan Penggunaan Perintah mv di Linux Terminal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1661"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2938,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1661\/revisions\/2938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}