{"id":2037,"date":"2019-02-03T23:40:17","date_gmt":"2019-02-03T16:40:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=2037"},"modified":"2025-03-28T22:05:28","modified_gmt":"2025-03-28T15:05:28","slug":"tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/","title":{"rendered":"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal"},"content":{"rendered":"<p>Dalam tutorial ini, kita akan belajar bagaimana menggunakan utilitas Tar untuk mengekstrak dan membuat arsip tar melalui contoh-contoh praktis dan penjelasan terperinci tentang opsi Tar yang paling umum.<\/p>\n<h2>Apa itu Tar?<\/h2>\n<p>Perintah tar digunakan untuk membuat arsip tar dengan mengonversi sekelompok file menjadi arsip. Perintah tar juga memiliki kemampuan untuk mengekstrak arsip tar, menampilkan daftar file yang ada dalam arsip, menambahkan file tambahan ke arsip yang ada, serta berbagai jenis operasi lainnya.<\/p>\n<p>Tar mendukung sejumlah besar program kompresi seperti <code>gzip<\/code>,\u00a0<code>bzip2<\/code>,\u00a0<code>lzip<\/code>,\u00a0<code>lzma<\/code>,\u00a0<code>lzop<\/code>,\u00a0<code>xz<\/code> dan <code>compress<\/code>. Saat membuat arsip tar yang terkompresi, maka secara otomatis akan menambahkan akhiran ekstensi kompresor ke nama file arsip. Misalnya, jika arsip telah dikompres dengan gzip, maka file tersebut akan dinamai archive.tar.gz.<\/p>\n<p>Tar pada awalnya dirancang untuk membuat arsip untuk menyimpan file pada pita magnetik yang karenanya memiliki nama \u201c<strong>T<\/strong>ape <strong>AR<\/strong>chive\u201d.<\/p>\n<p>Ada dua versi tar, tar BSD dan GNU tar dengan beberapa perbedaan fungsional di antaranya. Sebagian besar sistem Linux dilengkapi dengan GNU\u00a0tar yang sudah terinstal sebelumnya secara default.<\/p>\n<h2>Sintaks Perintah Tar<\/h2>\n<p>Sebelum membahas cara menggunakan perintah tar, mari kita mulai dengan meninjau sintaks dasar.<\/p>\n<pre>tar [PERINTAH_DAN_OPSI] [NAMA_OUTPUT] [FILE_INPUT]<\/pre>\n<ul>\n<li><code>PERINTAH<\/code>\u00a0\u2013 Hanya satu argumen operasi yang diizinkan dan diperlukan. Operasi yang paling sering digunakan adalah:\n<ul>\n<li><code>--create<\/code>\u00a0(<code>-c<\/code>) \u2013 Buat arsip tar baru.<\/li>\n<li><code>--extract<\/code>\u00a0(<code>-x<\/code>)\u00a0\u2013 Ekstrak seluruh arsip, satu file atau lebih dari satu\u00a0file dari arsip.<\/li>\n<li><code>--list<\/code>\u00a0(<code>-t<\/code>)\u00a0\u2013 Menampilkan daftar file yang ada di dalam arsip<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><code>OPSI<\/code> \u2013 perintah yang paling sering digunakan adalah:\n<ul>\n<li><code>--verbose<\/code>\u00a0(<code>-v<\/code>) \u2013 Menampilkan file yang sedang diproses oleh perintah tar.<\/li>\n<li><code>--file=archive=name<\/code>\u00a0(<code>-f archive-name<\/code>)\u00a0 \u2013 Menentukan nama file arsip.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><code>NAMA_OUTPUT<\/code> \u2013 Nama arsip yang terkompresi.<\/li>\n<li><code>FILE_INPUT<\/code> \u2013 Daftar nama file yang dipisahkan spasi untuk diekstraksi. Jika tidak disediakan, seluruh arsip diekstraksi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat menjalankan perintah tar, Anda dapat menggunakan bentuk dan opsi operasi tar yang lengkap atau singkat. Bentuk lengkap lebih mudah dibaca, sedangkan bentuk singkat lebih cepat untuk mengetik. Opsi lengkap sering diawali dengan tanda hubung ganda (<code>--<\/code>). Opsi singkat diawali dengan tanda hubung tunggal (<code>-<\/code>) yang mana dapat dihilangkan (opsional).<\/p>\n<h2>Cara Membuat Arsip Tar<\/h2>\n<p>Gunakan operator <code>-c<\/code> untuk membuat arsip tar. Misalnya, untuk membuat file arsip bernama <code>archive.tar<\/code> dari file bernama <code>file1<\/code>,\u00a0<code>file2<\/code>,\u00a0<code>file3<\/code>, jalankan perintah berikut:<\/p>\n<pre>tar -cf archive.tar file1 file2 file3<\/pre>\n<p>Berikut adalah perintah yang setara menggunakan opsi bentuk perintah lengkap:<\/p>\n<pre>tar --create --file=archive.tar file1 file2 file3<\/pre>\n<p>Contoh berikut akan membuat arsip bernama <code>backup.tar<\/code> dari direktori <code>\/home\/username<\/code>:<\/p>\n<pre>tar -cf backup.tar \/home\/username<\/pre>\n<p>Anda dapat membuat arsip dari satu file atau direktori. Secara default, direktori diarsipkan secara rekursif kecuali opsi <code>--no-recursion<\/code> ditentukan. Gunakan opsi <code>-v<\/code> jika Anda ingin melihat file yang sedang diproses.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Arsip Tar Gz<\/h2>\n<p>Gzip adalah algoritma paling populer untuk mengompresi file tar. Ketika mengompresi arsip tar dengan gzip, nama arsip harus diakhiri dengan <code>tar.gz<\/code> atau <code>tgz<\/code>.<\/p>\n<p>Untuk membuat arsip tar.gz dari file yang diberikan, Anda dapat menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>tar -czf archive.tar.gz file1 file2<\/pre>\n<p>Opsi <code>-z<\/code> memberitahu tar untuk mengompres arsip menggunakan algoritma <code>gzip<\/code> saat dibuat.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Arsip Tar Bz2<\/h2>\n<p>Algoritma populer lainnya untuk mengompresi file tar adalah bzip2. Ketika mengompresi arsip tar dengan bzip2, nama arsip harus diakhiri dengan <code>tar.bz2<\/code> atau <code>tbz<\/code>.<\/p>\n<p>Ketika opsi <code>-j<\/code> ditentukan, tar akan menggunakan algoritma <code>bzip2<\/code> untuk mengompresi arsip.<\/p>\n<p>Perintah berikut akan membuat arsip <code>tar.bz2<\/code> dari file yang diberikan:<\/p>\n<pre>tar -cjf archive.tar.bz2 file1 file2<\/pre>\n<h2>Cara Melihat Daftar File di dalam Arsip Tar<\/h2>\n<p>Untuk daftar konten arsip tar, gunakan operasi <code>--list<\/code>\u00a0(<code>-t<\/code>).<\/p>\n<pre>tar -tf archive.tar<\/pre>\n<pre>file1&#13;\nfile2&#13;\nfile3<\/pre>\n<p>Jika Anda mencantumkan konten arsip menggunakan opsi <code>--verbose<\/code>\u00a0(<code>-v<\/code>), maka tar akan mencetak lebih banyak informasi seperti pemilik, ukuran file, cap waktu dan lain sebagainya:<\/p>\n<pre>tar -tvf archive.tar<\/pre>\n<pre>-rw-r--r-- linux\/users       0 2018-09-08 01:19 file1&#13;\n-rw-r--r-- linux\/users       0 2018-09-08 01:19 file2&#13;\n-rw-r--r-- linux\/users       0 2018-09-08 01:19 file3<\/pre>\n<h2>Cara Ekstrak File Tar<\/h2>\n<p>Untuk mengekstrak arsip tar gunakan operator <code>--extract<\/code>\u00a0(<code>-x<\/code>) dan tentukan nama file arsip:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar<\/pre>\n<p>Anda juga dapat menambahkan opsi <code>-v<\/code> untuk mencetak nama-nama file yang diekstraksi.<\/p>\n<pre>tar -xvf archive.tar<\/pre>\n<p>Secara default, tar akan mengekstraksi konten arsip di direktori kerja saat ini. Gunakan <code>--directory<\/code>\u00a0(<code>-C<\/code>) untuk mengekstrak file arsip di direktori tertentu:<\/p>\n<p>Misalnya, untuk mengekstrak konten arsip ke direktori <code>\/opt\/files<\/code>, Anda dapat menggunakan:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar -C \/opt\/files<\/pre>\n<h2>Cara Ekstrak Arsip Tar Gz dan Tar Bz2<\/h2>\n<p>Saat mengekstrak arsip terkompresi seperti <code>tar.gz<\/code> atau <code>tar.bz2<\/code> Anda tidak harus menentukan opsi dekompresi yang spesifik. Perintahnya sama seperti saat mengekstrak arsip <code>tar<\/code>:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar.gz<\/pre>\n<pre>tar -xf archive.tar.bz2<\/pre>\n<h2>Mengekstrak File Tertentu dari Arsip Tar<\/h2>\n<p>Untuk mengekstrak file tertentu dari arsip tar, tambahkan daftar nama file yang dipisahkan spasi untuk diekstraksi setelah nama arsip:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar file1 file2<\/pre>\n<p>Saat mengekstraksi file, Anda harus memberikan nama persisnya termasuk path, seperti yang dicetak oleh <code>--list<\/code>\u00a0(<code>-t<\/code>).<\/p>\n<p>Mengekstrak satu atau lebih direktori dari arsip sama dengan mengekstrak file:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar dir1 dir2<\/pre>\n<p>Jika Anda mencoba mengekstrak file yang tidak ada, pesan kesalahan yang mirip dengan yang berikut ini akan ditampilkan:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar README<\/pre>\n<pre>tar: README: Not found in archive&#13;\ntar: Exiting with failure status due to previous errors<\/pre>\n<h2>Cara Mengekstrak File dari Arsip Tar menggunakan Wildcard<\/h2>\n<p>Untuk mengekstrak file dari arsip berdasarkan pola wildcard, gunakan opsi <code>--wildcards<\/code> dan kutip polanya untuk mencegah shell menterjemahkan menjadi bentuk perintah berbeda.<\/p>\n<p>Misalnya, untuk mengekstrak file yang namanya diakhiri dengan <code>.js<\/code> (file Javascript), Anda dapat menggunakan:<\/p>\n<pre>tar -xf archive.tar --wildcards '*.js'<\/pre>\n<h2>Menambahkan File ke Arsip Tar yang Ada<\/h2>\n<p>Untuk menambahkan file atau direktori ke arsip tar yang ada, gunakan operasi<code>--append<\/code>\u00a0(<code>-r<\/code>).<\/p>\n<p>Misalnya, untuk menambahkan file bernama <code>updatebaru<\/code> ke <code>arsipupdate.tar<\/code>, Anda dapat menggunakan perintah:<\/p>\n<pre>tar -rvf archive.tar newfile<\/pre>\n<h2>Cara hapus File dari Arsip Tar<\/h2>\n<p>Gunakan operasi\u00a0<code>--delete<\/code> untuk menghapus file dari arsip.<\/p>\n<p>Misalnya, untuk menghapus file bernama <code>file1<\/code> dari archive.tar, Anda dapat menggunakan:<\/p>\n<pre>tar --delete -f archive.tar file1<\/pre>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sekarang Anda sudah memiliki pemahaman yang baik tentang cara membuat dan mengekstrak arsip tar. Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah tar, lihat halaman dokumentasi <a href=\"https:\/\/www.gnu.org\/software\/tar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gnu tar<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam tutorial ini, kita akan belajar bagaimana menggunakan utilitas Tar untuk mengekstrak dan membuat arsip&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2038,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[72,138],"class_list":["post-2037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-terminal","tag-linux-terminal","tag-tar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam tutorial ini, kita akan belajar bagaimana menggunakan utilitas Tar untuk mengekstrak dan membuat arsip&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-03T16:40:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-28T15:05:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"926\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"370\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/\",\"name\":\"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg\",\"datePublished\":\"2019-02-03T16:40:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-28T15:05:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg\",\"width\":926,\"height\":370},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid","og_description":"Dalam tutorial ini, kita akan belajar bagaimana menggunakan utilitas Tar untuk mengekstrak dan membuat arsip&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2019-02-03T16:40:17+00:00","article_modified_time":"2025-03-28T15:05:28+00:00","og_image":[{"width":926,"height":370,"url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/","name":"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg","datePublished":"2019-02-03T16:40:17+00:00","dateModified":"2025-03-28T15:05:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-dan-Penggunaan-Perintah-TAR-di-Linux-Terminal.jpg","width":926,"height":370},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-tar-dan-penggunaan-di-linux-terminal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tutorial Perintah Tar dan Penggunaan TAR di Terminal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2470,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2037\/revisions\/2470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}