{"id":2266,"date":"2018-09-26T05:31:20","date_gmt":"2018-09-25T22:31:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=2266"},"modified":"2025-03-21T20:29:02","modified_gmt":"2025-03-21T13:29:02","slug":"tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/","title":{"rendered":"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu"},"content":{"rendered":"<p>Apache HTTP server adalah server web yang paling banyak digunakan di dunia. Apache menyediakan banyak fitur canggih termasuk modul yang dapat dimuat secara dinamis, dukungan media yang kuat, dan integrasi luas dengan perangkat lunak populer lainnya.<\/p>\n<p>Dalam panduan ini, kami akan menjelaskan cara memasang server web Apache di server Ubuntu 18.04 Anda.<\/p>\n<h2>Prasyarat<\/h2>\n<p>Sebelum Anda memulai panduan ini, Anda harus memiliki pengguna biasa, non-root dengan wewenang sudo yang dikonfigurasi di server Anda.<\/p>\n<p>Selain itu, Anda harus mengaktifkan firewall dasar untuk memblokir port yang tidak penting. Anda dapat mempelajari cara mengkonfigurasi akun pengguna biasa dan mengatur firewall untuk server Anda dengan mengikuti panduan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/24351\/cara-setup-ubuntu-server-untuk-pertama-kali\/\">pengaturan server awal kami untuk Ubuntu 18.04<\/a>.<\/p>\n<p>Saat Anda memiliki akun, masuk sebagai <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/24838\/cara-membuat-user-sudo-di-ubuntu-linux\/\">pengguna non-root dengan hak akses sudo<\/a> untuk memulai.<\/p>\n<h2>Langkah 1 \u2014 Instal Apache<\/h2>\n<p>Apache tersedia dalam repositori default perangkat lunak Ubuntu, memungkinkan untuk menginstalnya menggunakan alat manajemen paket konvensional.<\/p>\n<p>Mari kita mulai dengan memperbarui indeks paket lokal dengan menggunakan perintah :<\/p>\n<pre>sudo apt update<\/pre>\n<p>Kemudian Install paket\u00a0<code>apache2<\/code>\u00a0menggunakan perintah:<\/p>\n<pre>sudo apt install apache2<\/pre>\n<p>Perintah di atas akan akan menginstal Apache dan semua dependensi yang diperlukan.<\/p>\n<h2>Langkah\u00a02 \u2014 Mengatur Firewall<\/h2>\n<p>Sebelum menguji Apache, perlu untuk memodifikasi pengaturan firewall untuk memungkinkan akses luar ke port default web. Dengan asumsi bahwa Anda mengikuti instruksi di prasyarat, Anda seharusnya memiliki UFW firewall yang dikonfigurasi untuk membatasi akses ke server Anda.<\/p>\n<p>Selama instalasi, Apache mendaftarkan diri secara otomatis dengan UFW untuk menyediakan beberapa profil aplikasi yang dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan akses ke Apache melalui firewall.<\/p>\n<p>Gunakan perintah berikut untuk melihat list aplikasi di\u00a0<code>ufw<\/code>:<\/p>\n<pre>sudo ufw app list<\/pre>\n<p>Anda akan melihat daftar profil aplikasi:<\/p>\n<pre>Available applications:\r\n  Apache\r\n  Apache Full\r\n  Apache Secure\r\n  OpenSSH\r\n<\/pre>\n<p>Seperti yang Anda lihat, ada tiga profil yang tersedia untuk Apache:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Apache<\/strong>: Profil ini hanya membuka port 80 (lalu lintas web normal, tidak terenkripsi)<\/li>\n<li><strong>Apache Full<\/strong>: Profil ini membuka port 80 (lalu lintas web\u00a0normal tidak terenkripsi) dan port 443 (TLS\/SSL lalu lintas terenkripsi)<\/li>\n<li><strong>Apache Secure<\/strong>: Profil ini hanya membuka port 443 (TLS\/SSL lalu lintas terenkripsi)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Disarankan agar Anda mengaktifkan profil paling ketat yang masih memungkinkan lalu lintas yang telah Anda konfigurasi. Karena kami belum mengonfigurasi SSL untuk server kami dalam panduan ini, kami hanya perlu mengizinkan lalu lintas di port 80:<\/p>\n<pre>sudo ufw allow 'Apache'<\/pre>\n<p>Anda dapat memverifikasi pengaturan Anda dengan menggunakan perintah :<\/p>\n<pre>sudo ufw status<\/pre>\n<p>Anda akan melihat lalu lintas HTTP diizinkan di output yang ditampilkan:<\/p>\n<pre>Status: active\r\n\r\nTo                         Action      From\r\n--                         ------      ----\r\nOpenSSH                    ALLOW       Anywhere                  \r\nApache                     ALLOW       Anywhere                  \r\nOpenSSH (v6)               ALLOW       Anywhere (v6)             \r\nApache (v6)                ALLOW       Anywhere (v6)\r\n<\/pre>\n<p>Seperti yang Anda lihat, profil telah diaktifkan untuk memungkinkan akses ke server web.<\/p>\n<h2>Langkah 3 \u2014 Periksa Pengaturan Web Server<\/h2>\n<p>Di akhir proses instalasi, Ubuntu 18.04 memulai Apache secara otomatis. Server web seharusnya sudah aktif dan berjalan.<\/p>\n<p>Periksa dengan <code>systemd<\/code> init system untuk memastikan layanan berjalan dengan mengetik:<\/p>\n<pre>sudo systemctl status apache2<\/pre>\n<pre>\u25cf apache2.service - The Apache HTTP Server\r\n   Loaded: loaded (\/lib\/systemd\/system\/apache2.service; enabled; vendor preset: enabled)\r\n  Drop-In: \/lib\/systemd\/system\/apache2.service.d\r\n           \u2514\u2500apache2-systemd.conf\r\n   Active: active (running) since Tue 2018-04-24 20:14:39 UTC; 9min ago\r\n Main PID: 2583 (apache2)\r\n    Tasks: 55 (limit: 1153)\r\n   CGroup: \/system.slice\/apache2.service\r\n           \u251c\u25002583 \/usr\/sbin\/apache2 -k start\r\n           \u251c\u25002585 \/usr\/sbin\/apache2 -k start\r\n           \u2514\u25002586 \/usr\/sbin\/apache2 -k start\r\n<\/pre>\n<p>Anda dapat mengakses halaman landing page default Apache untuk mengonfirmasi bahwa perangkat lunak berjalan dengan baik melalui alamat IP Anda. Jika tidak tahu alamat IP server, Anda bisa mendapatkannya dengan beberapa cara dengan baris perintah.<\/p>\n<p>Coba ketikkan ini di command prompt server Anda:<\/p>\n<pre>hostname -I<\/pre>\n<p>atau dengan menggunakan perintah berikut<\/p>\n<pre>curl -4 icanhazip.com<\/pre>\n<p>Ketika Anda mengetahui alamat IP server Anda, masukkan ke address bar browser Anda:<\/p>\n<pre>http:\/\/ip_server_anda\r\n<\/pre>\n<p>Jika Anda melihat tampilan berikut, Instalasi Apache Anda telah berhasil<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/img_5d09527f2dbbd-721x1000.png\" alt=\"Apache default page\" \/><\/p>\n<h2>Langkah\u00a04 \u2014 Manajemen Proses Apache<\/h2>\n<p>Sekarang setelah web server Anda telah aktif dan berjalan, mari membahas beberapa perintah manajemen dasar.<\/p>\n<p>Untuk menghentikan server web, ketik<\/p>\n<pre>sudo systemctl stop apache2<\/pre>\n<p>Untuk memulai server web saat berhenti, ketik:<\/p>\n<pre>sudo systemctl start apache2<\/pre>\n<p>Untuk menghentikan dan kemudian memulai lagi layanan, ketik:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart apache2<\/pre>\n<p>Jika Anda hanya membuat perubahan konfigurasi, Apache dapat memuat ulang aplikasi tanpa menjatuhkan koneksi. Untuk melakukan ini, gunakan perintah :<\/p>\n<pre>sudo systemctl reload apache2<\/pre>\n<p>Secara default, Apache dikonfigurasi untuk memulai secara otomatis ketika server melakukan booting. Jika ini bukan yang Anda inginkan, nonaktifkan perilaku ini dengan mengetik:<\/p>\n<pre>sudo systemctl disable apache2<\/pre>\n<p>Untuk mengaktifkan kembali layanan untuk memulai saat boot, ketik:<\/p>\n<pre>sudo systemctl enable apache2<\/pre>\n<p>Apache sekarang akan mulai secara otomatis ketika server melakukan booting kembali.<\/p>\n<h2>Langkah\u00a05 \u2014 Setup Virtual Hosts (Recommended)<\/h2>\n<p>Saat menggunakan web server Apache, Anda dapat menggunakan <em>virtual host<\/em> (mirip dengan <em>server blocks<\/em> di Nginx) untuk merangkum detail konfigurasi dan menghosting lebih dari satu domain dari satu server. Kami akan menyiapkan domain bernama <strong>example.com<\/strong>, namun Anda harus menggantinya dengan nama domain Anda sendiri.<\/p>\n<p>Apache pada Ubuntu 18.04 memiliki satu server block diaktifkan secara default yang dikonfigurasi untuk melayani dokumen dari direktori <code>\/var\/www\/html<\/code>. Meskipun server block ini bekerja dengan baik jika ingin meng-host satu situs saja. Namun bisa menjadi bencana jika Anda ingin meng-hosting beberapa situs. Semisal ingin meng-hosting domain dengan situs1.com, situs2.com dan seterusnya. Alih-alih memodifikasi <code>\/var\/www\/html<\/code>, mari kita membuat struktur direktori di dalam <code>\/var\/www\/<\/code> untuk situs example.com.<\/p>\n<p>Buat direktori untuk example.com sebagai berikut, menggunakan flag <code>-p<\/code> untuk membuat direktori induk yang diperlukan:<\/p>\n<pre>sudo mkdir -p \/var\/www\/example.com\/html<\/pre>\n<p>Selanjutnya, tetapkan kepemilikan direktori dengan\u00a0environmental variable <code>$USER<\/code>:<\/p>\n<pre>sudo chown -R $USER:$USER \/var\/www\/example.com\/html<\/pre>\n<p>Izin root web Anda harus benar jika Anda belum mengubah nilai <code>unmask<\/code> Anda, tetapi Anda dapat memastikan dengan mengetik:<\/p>\n<pre>sudo chmod -R 755 \/var\/www\/example.com<\/pre>\n<p>Selanjutnya, buat halaman contoh <code>index.html<\/code> menggunakan nano atau editor favorit Anda:<\/p>\n<pre>nano \/var\/www\/example.com\/html\/index.html<\/pre>\n<p>Di dalam, tambahkan contoh HTML berikut:<\/p>\n<pre>&lt;html&gt;\r\n    &lt;head&gt;\r\n        &lt;title&gt;Selamat Datang di situs 2!&lt;\/title&gt;\r\n    &lt;\/head&gt;\r\n    &lt;body&gt;\r\n        &lt;h1&gt;Pengaturan Server Block di Situs 2 telah berhasil!!!&lt;\/h1&gt;\r\n    &lt;\/body&gt;\r\n&lt;\/html&gt;\r\n<\/pre>\n<p>Simpan dan tutup file ketika Anda selesai.<\/p>\n<p>Agar Apache dapat menyajikan konten ini, perlu membuat file virtual\u00a0host dengan arahan yang benar. Alih-alih memodifikasi file konfigurasi default yang terletak di <code>\/etc\/apache2\/sites-available\/000-default.conf<\/code> secara langsung, mari kita buat yang baru di <code>\/etc\/apache2\/sites-available\/example.com.conf<\/code>:<\/p>\n<p>Copy dan Paste di blok konfigurasi berikut, yang mirip dengan default, tetapi diperbarui untuk direktori dan nama domain baru kami:<\/p>\n<pre>&lt;VirtualHost *:80&gt;\r\n    ServerAdmin admin@example.com\r\n    ServerName example.com\r\n    ServerAlias www.example.com\r\n    DocumentRoot \/var\/www\/example.com\/html\r\n   ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}\/error.log\r\n    CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}\/access.log combined\r\n&lt;\/VirtualHost&gt;\r\n<\/pre>\n<p>Perhatikan bahwa kami telah memperbarui <code>DocumentRoot<\/code> ke direktori baru dan <code>ServerAdmin<\/code> ke email yang dapat diakses oleh administrator situs example.com. Kami juga telah menambahkan dua arahan: <code>ServerName<\/code>, yang menetapkan domain basis yang harus cocok dengan definisi virtual host, dan <code>ServerAlias<\/code>, yang mendefinisikan nama lebih lanjut yang harus cocok dengan seolah-olah mereka adalah nama dasar.<\/p>\n<p>Simpan dan tutup file ketika Anda selesai.<\/p>\n<p>Mari kita aktifkan file dengan perintah <code>a2ensite<\/code>\u00a0:<\/p>\n<pre>sudo a2ensite example.com.conf<\/pre>\n<p>Nonaktifkan situs default yang didefinisikan dalam <code>000-default.conf<\/code>:<\/p>\n<pre>sudo a2dissite 000-default.conf<\/pre>\n<p>Selanjutnya, mari kita uji kesalahan konfigurasi:<\/p>\n<pre>sudo apache2ctl configtest<\/pre>\n<p>Anda akan melihat output berikut:<\/p>\n<pre>Syntax OK\r\n<\/pre>\n<p>Mulai ulang Apache untuk menerapkan perubahan Anda:<\/p>\n<pre>sudo systemctl restart apache2<\/pre>\n<p>Apache sekarang seharusnya sudah dapat melayani nama domain yang telah Anda tentukan. Anda dapat menguji ini dengan menavigasi ke alamat situs Anda, Jika pengaturan benar maka Anda akan melihat sesuatu seperti ini:<\/p>\n<h2><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-24860\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/Pengaturan-Server-Block-Apache.jpg\" alt=\"Pengaturan Server Block Apache\" width=\"747\" height=\"76\" \/><\/h2>\n<h2>Pengaturan Dasar Apache di Ubuntu<\/h2>\n<p>Ubuntu merupakan turunan dari distro debian, jadi konfigurasi dasar Apache di Ubuntu, mirip dengan konfigurasi <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/24652\/tutorial-install-apache-di-debian-9\/\">Apache di sistem Debian<\/a><\/p>\n<ul>\n<li>File konfigurasi Apache berada di direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2<\/code>.<\/li>\n<li>File konfigurasi utama Apache adalah\u00a0<code>\/etc\/apache2\/apache2.conf<\/code>.<\/li>\n<li>Port yang akan didengarkan Apache ditentukan dalam file\u00a0<code>\/etc\/apache2\/ports.conf<\/code>.<\/li>\n<li>File-file Apache Virtual Hosts berada di direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2\/sites-available<\/code>. File-file konfigurasi yang ditemukan dalam direktori ini tidak digunakan oleh Apache kecuali mereka ditautkan ke direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2\/sites-enabled<\/code>.<\/li>\n<li>Anda dapat mengaktifkan direktif virtual host dengan membuat symlink menggunakan perintah\u00a0<code>a2ensite<\/code>dari file konfigurasi yang ditemukan di direktori\u00a0<code>sites-available<\/code>\u00a0ke direktori\u00a0<code>sites-enabled<\/code>. Untuk menonaktifkan virtual host gunakan perintah\u00a0<code>a2dissite<\/code>.<\/li>\n<li>Sangat disarankan untuk mengikuti konvensi penamaan standar, misalnya jika nama domain situs ini adalah <code>linuxid.net<\/code>, maka file konfigurasi domain dinamai\u00a0<code>\/etc\/apache2\/sites-available\/linuxid.net.conf<\/code>\u00a0untuk memudahkan manajemen situs.<\/li>\n<li>File konfigurasi yang digunakan untuk memuat berbagai modul Apache terdapat di direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2\/mods-available<\/code>. Konfigurasi dalam direktori mod-available dapat diaktifkan dengan membuat symlink ke direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2\/mods-available<\/code>menggunakan perintah\u00a0<code>a2enconf<\/code>\u00a0dan dinonaktifkan dengan perintah\u00a0<code>a2disconf<\/code>.<\/li>\n<li>File yang mengandung fragmen konfigurasi global disimpan di direktori\u00a0<code>\/etc\/apache2\/conf-available<\/code>. File dalam direktori\u00a0<code>conf-available<\/code>\u00a0dapat diaktifkan dengan membuat symlink ke<code>\/etc\/apache2\/conf-enabled<\/code>\u00a0menggunakan perintah\u00a0<code>a2enconf<\/code>\u00a0dan dinonaktifkan dengan perintah\u00a0<code>a2disconf<\/code>.<\/li>\n<li>File log Apache (<code>access.log<\/code>\u00a0dan\u00a0<code>error.log<\/code>) terletak di direktori\u00a0<code>\/var\/log\/apache<\/code>. Disarankan untuk menggunakan file\u00a0<code>access<\/code>\u00a0dan\u00a0<code>error<\/code>\u00a0log yang berbeda untuk setiap virtual host .<\/li>\n<li>Anda dapat mengatur direktori root dokumen domain Anda ke lokasi yang Anda inginkan. Lokasi yang paling umum untuk webroot meliputi:\n<ul>\n<li><code>\/home\/&lt;user_name&gt;\/&lt;site_name&gt;<\/code><\/li>\n<li><code>\/var\/www\/&lt;site_name&gt;<\/code><\/li>\n<li><code>\/var\/www\/html\/&lt;site_name&gt;<\/code><\/li>\n<li><code>\/opt\/&lt;site_name&gt;<\/code><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sekarang setelah web server Anda terinstal, maka lebih banyak opsi yang akan Anda sajikan dan teknologi yang semakin kaya fitur.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin membangun Aplikasi yang lebih lengkap, Silahkan melihat panduan kami tentang konfigurasi <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/24341\/cara-install-lamp-linux-apache-mysql-php-stack-di-ubuntu\/\"><strong>LAMP stack di Ubuntu 18.04<\/strong><\/a> yang merupakan perpaduan antara Linux Apache MySQL dan PHP.\u00a0Anda juga dapat melihat panduan kami tentang\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/24456\/cara-amankan-apache-dengan-lets-encrypt-di-ubuntu-18-04\/\">Amankan Apache dengan Let\u2019s Encrypt<\/a> untuk mengamankan lalu lintas di situs dan web server Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apache HTTP server adalah server web yang paling banyak digunakan di dunia. Apache menyediakan banyak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2267,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[38,9,129,167],"class_list":["post-2266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ubuntu","tag-apache","tag-ubuntu","tag-ubuntu-18-04","tag-ubuntu-server"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apache HTTP server adalah server web yang paling banyak digunakan di dunia. Apache menyediakan banyak&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-09-25T22:31:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-21T13:29:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"530\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/\",\"name\":\"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg\",\"datePublished\":\"2018-09-25T22:31:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-21T13:29:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg\",\"width\":1000,\"height\":530},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid","og_description":"Apache HTTP server adalah server web yang paling banyak digunakan di dunia. Apache menyediakan banyak&hellip;","og_url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2018-09-25T22:31:20+00:00","article_modified_time":"2025-03-21T13:29:02+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":530,"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/","name":"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg","datePublished":"2018-09-25T22:31:20+00:00","dateModified":"2025-03-21T13:29:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Tutorial-Install-Apache-HTTP-server-di-Ubuntu.jpg","width":1000,"height":530},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-apache-http-server-di-ubuntu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Install dan Konfigurasi Apache HTTP server di Ubuntu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2368,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2266\/revisions\/2368"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}