{"id":547,"date":"2020-05-19T00:55:20","date_gmt":"2020-05-18T17:55:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=547"},"modified":"2025-04-18T15:21:00","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:00","slug":"membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/","title":{"rendered":"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk"},"content":{"rendered":"<p>Hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah memasang SSD atau hard disk baru adalah membuat partisi di hard disk tersebut. Drive harus memiliki setidaknya satu partisi sebelum Anda dapat memformatnya dan menyimpan file di dalamnya.<\/p>\n<p>Di Linux, ada beberapa tool yang dapat Anda gunakan untuk membuat partisi, sebagian besar system administrator sangat familiar dengan perintah <code>fdisk<\/code>, salah satu alasannya adalah perintah ini dapat membuat partisi dari baris perintah.<\/p>\n<p><code>fdisk<\/code> adalah utilitas baris perintah berbasis menu yang memungkinkan Anda membuat dan memanipulasi tabel partisi di hard disk. Mengetahui cara membuat partisi dari baris perintah sangat berguna jika Anda bekerja di sistem yang tidak ada akses GUI.<\/p>\n<p>Mohon di perhatikan bahwa <code>fdisk<\/code>\u00a0adalah tool yang berbahaya dan harus digunakan dengan sangat hati-hati. Hanya root atau user dengan hak <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/pengertian-perintah-sudo-di-linux\/\"><code>sudo<\/code><\/a>\u00a0yang dapat memanipulasi tabel partisi.<\/p>\n<h2>Melihat Daftar Partisi<\/h2>\n<p>Untuk mencantumkan tabel partisi di hard disk yang terpasang, jalankan perintah <code>fdisk<\/code> dengan opsi <code>-l<\/code> , diikuti dengan nama device. Misalnya untuk mencantumkan tabel partisi <code>\/dev\/sda<\/code>, jalankan perintah berikut :<\/p>\n<pre>fdisk -l \/dev\/sda<\/pre>\n<p>Jika tidak ada perangkat yang diberikan sebagai argumen, <code>fdisk<\/code>\u00a0akan mencetak tabel partisi dari semua perangkat yang terdaftar di file <code>\/proc\/partitions<\/code>:<\/p>\n<pre>fdisk -l<\/pre>\n<pre>Disk \/dev\/nvme0n1: 232.91 GiB, 250059350016 bytes, 488397168 sectors&#13;\nDisk model: Samsung SSD 960 EVO 250GB    &#13;\nUnits: sectors of 1 * 512 = 512 bytes&#13;\nSector size (logical\/physical): 512 bytes \/ 512 bytes&#13;\nI\/O size (minimum\/optimal): 512 bytes \/ 512 bytes&#13;\nDisklabel type: gpt&#13;\nDisk identifier: 6907D1B3-B3AB-7E43-AD20-0707A656A1B5&#13;\n&#13;\nDevice Start       End   Sectors   Size Type&#13;\n\/dev\/nvme0n1p1     2048   1050623   1048576   512M EFI System&#13;\n\/dev\/nvme0n1p2  1050624  34605055  33554432    16G Linux swap&#13;\n\/dev\/nvme0n1p3 34605056 488397134 453792079 216.4G Linux filesystem&#13;\n&#13;\n&#13;\nDisk \/dev\/sda: 465.78 GiB, 500107862016 bytes, 976773168 sectors&#13;\nDisk model: WDC WD5000AAKS-0&#13;\nUnits: sectors of 1 * 512 = 512 bytes&#13;\nSector size (logical\/physical): 512 bytes \/ 512 bytes&#13;\nI\/O size (minimum\/optimal): 512 bytes \/ 512 bytes&#13;\nDisklabel type: dos&#13;\nDisk identifier: 0x0001cca3&#13;\n&#13;\nDevice     Boot Start       End   Sectors   Size Id Type&#13;\n\/dev\/sda1        2048 976771071 976769024 465.8G 83 Linux&#13;\n<\/pre>\n<p>Output di atas menunjukkan tabel partisi saat ini dari semua perangkat yang terpasang ke sistem. Umumnya, nama perangkat SATA mengikuti pola <code>\/dev\/sd[a-z]<\/code>, sedangkan nama perangkat NVMe memiliki pola berikut <code>\/dev\/nvme[1-9]n[1-9]<\/code>.<\/p>\n<h2>Membuat Tabel Partisi<\/h2>\n<p>Untuk mulai mempartisi hard disk, jalankan <code>fdisk<\/code> dengan nama perangkat. Dalam contoh ini kita akan bekerja pada <code>\/dev\/sdb<\/code>:<\/p>\n<pre>fdisk \/dev\/sdb<\/pre>\n<p>output dari perintah di atas akan muncul menu berikut :<\/p>\n<pre>Welcome to fdisk (util-linux 2.34).&#13;\nChanges will remain in memory only, until you decide to write them.&#13;\nBe careful before using the write command.&#13;\n&#13;\nCommand (m for help):<\/pre>\n<p>Perubahan yang Anda buat pada tabel partisi tidak akan diterapkan sampai Anda menulisnya dengan perintah <code>w<\/code>. Anda dapat keluar dari dialog fdisk tanpa menyimpan perubahan menggunakan perintah <code>q<\/code>.<\/p>\n<p>Untuk melihat daftar semua perintah yang tersedia, tekan <code>m<\/code><\/p>\n<pre>m<\/pre>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-36321\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"639\"\/><\/p>\n<p>Jika Anda mempartisi drive baru, sebelum mulai membuat partisi terlebih dahulu, Anda perlu membuat tabel partisi. Lewati langkah ini jika perangkat sudah memiliki tabel partisi dan Anda ingin menyimpannya.<\/p>\n<p><code>fdisk<\/code> mendukung beberapa skema partisi. MBR dan GPT adalah dua standar skema partisi yang paling populer. GPT adalah standar terbaru yang memungkinkan dan memiliki banyak keunggulan dibandingkan MBR. Poin utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih standar partisi yang akan digunakan:<\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan MBR untuk mem-boot disk dalam mode BIOS legacy.<\/li>\n<li>Gunakan GPT untuk mem-boot disk dalam mode UEFI.<\/li>\n<li>MBR mendukung pembuatan partisi disk hingga 2 TiB. Jika Anda memiliki disk berukuran 2 TiB atau lebih besar, gunakan GPT.<\/li>\n<li>MBR memiliki batas 4 primary partitions. Jika Anda memerlukan lebih banyak partisi, salah satu partisi utama dapat ditetapkan sebagai partisi tambahan dan menyimpan partisi logical tambahan. Dengan GPT, Anda dapat memiliki hingga 128 partisi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam contoh ini, kami akan menggunakan tabel partisi GPT.<\/p>\n<p>Masukkan <code>g<\/code> untuk membuat tabel partisi GPT kosong baru:<\/p>\n<pre>g<\/pre>\n<p>outputnya akan terlihat seperti berikut :<\/p>\n<pre>Created a new GPT disklabel (GUID: 4649EE36-3013-214E-961C-51A9187A7503).&#13;\n<\/pre>\n<p>Langkah selanjutnya adalah membuat partisi baru.<\/p>\n<p>Kami akan membuat dua partisi. Yang pertama dengan ukuran 100 GiB dan yang kedua adalah sisa ruang yang tersedia di hard disk.<\/p>\n<p>Jalankan perintah\u00a0<code>n<\/code>\u00a0untuk membuat partisi baru:<\/p>\n<pre>n<\/pre>\n<p>Anda akan diminta memasukkan nomor partisi. Tekan \u201cEnter\u201d untuk menggunakan nilai default (<code>1<\/code>):<\/p>\n<pre>Partition number (1-128, default 1):<\/pre>\n<p>Selanjutnya, perintah akan meminta Anda untuk menentukan first sector dari hdd. Umumnya selalu disarankan untuk menggunakan nilai default untuk nilai pertama. Tekan \u201cEnter\u201d untuk menggunakan nilai default (<code>2048<\/code>):<\/p>\n<pre>First sector (2048-500118158, default 2048):<\/pre>\n<p>Pada prompt berikutnya, Anda harus masuk ke sektor terakhir. Anda dapat menggunakan nilai absolut untuk sektor terakhir atau nilai relatif terhadap sektor awal, dengan menggunakan simbol + yang diikuti dengan ukuran partisi. Ukuran dapat ditentukan dalam kibibyte (K), mebibyte (M), gibibyte (G), tebibyte (T), atau pebibyte (P).<\/p>\n<p>Masukkan <code>+100G<\/code> untuk menyetel ukuran partisi menjadi 100 GiB:<\/p>\n<pre>Last sector, +\/-sectors or +\/-size{K,M,G,T,P} (2048-500118158, default 500118158): +100G&#13;\n &#13;\n Created a new partition 1 of type 'Linux filesystem' and of size 100 GiB.&#13;\n<\/pre>\n<p>Secara default, jenis partisi baru diatur ke \u201cLinux filesystem\u201d, yang seharusnya sudah cukup untuk sebagian besar kasus. Jika Anda ingin mengubah jenisnya, tekan <code>l<\/code> untuk mendapatkan daftar jenis partisi, lalu tekan <code>t<\/code> untuk mengubah jenisnya.<\/p>\n<p>Langkah selanjutnya buat partisi kedua yang akan mengambil sisa space yang tersedia di disk:<\/p>\n<pre>n<\/pre>\n<p>Gunakan nilai default untuk nomor partisi, first sectors dan last sectors. Pengaturan default akan membuat partisi yang akan menggunakan semua ruang yang tersedia pada disk.<\/p>\n<pre>Partition number (2-128, default 2): &#13;\nFirst sector (209717248-625142414, default 209717248): &#13;\nLast sector, +\/-sectors or +\/-size{K,M,G,T,P} (209717248-625142414, default 625142414):<\/pre>\n<p>Setelah selesai membuat partisi, gunakan perintah <code>p<\/code> untuk menampilkan tabel partisi baru:<\/p>\n<pre>p<\/pre>\n<pre>Disk \/dev\/sdb: 298.9 GiB, 320072933376 bytes, 625142448 sectors&#13;\nDisk model: nal USB 3.0     &#13;\nUnits: sectors of 1 * 512 = 512 bytes&#13;\nSector size (logical\/physical): 512 bytes \/ 4096 bytes&#13;\nI\/O size (minimum\/optimal): 4096 bytes \/ 4096 bytes&#13;\nDisklabel type: gpt&#13;\nDisk identifier: F8365250-AF58-F74E-B592-D56E3A5DEED1&#13;\n&#13;\nDevice         Start       End   Sectors   Size Type&#13;\n\/dev\/sdb1       2048 209717247 209715200   100G Linux filesystem&#13;\n\/dev\/sdb2  209717248 625142414 415425167 198.1G Linux filesystem&#13;\n<\/pre>\n<p>Jika Anda ingin menghapus partisi, gunakan perintah <code>d<\/code> .<\/p>\n<p>Simpan perubahan dengan menjalankan perintah <code>w<\/code>:<\/p>\n<pre>p.<\/pre>\n<p>Perintah akan menulis informasi tabel partisi ke hdd dan keluar dari menu <code>fdisk<\/code><\/p>\n<pre>The partition table has been altered.&#13;\nCalling ioctl() to re-read partition table.&#13;\nSyncing disks.&#13;\n<\/pre>\n<p>Kernel akan membaca tabel partisi perangkat tanpa perlu me-reboot sistem.<\/p>\n<h2>Mengaktifkan Partisi<\/h2>\n<p>Sekarang partisi telah dibuat, langkah selanjutnya adalah memformat partisi dan memasangnya ke pohon direktori sistem.<\/p>\n<p>Langkah pertama adalah memformat kedua partisi ke ext4:<\/p>\n<pre>sudo mkfs.ext4 -F \/dev\/sdb1&#13;\nsudo mkfs.ext4 -F \/dev\/sdb2<\/pre>\n<pre>mke2fs 1.45.5 (07-Jan-2020)&#13;\nCreating filesystem with 51928145 4k blocks and 12984320 inodes&#13;\nFilesystem UUID: 63a3457e-c3a1-43f4-a0e6-01a7dbe7dfed&#13;\nSuperblock backups stored on blocks: &#13;\n\t32768, 98304, 163840, 229376, 294912, 819200, 884736, 1605632, 2654208, &#13;\n\t4096000, 7962624, 11239424, 20480000, 23887872&#13;\n&#13;\nAllocating group tables: done      &#13;\nWriting inode tables: done      &#13;\nCreating journal (262144 blocks): done&#13;\nWriting superblocks and filesystem accounting information: done   &#13;\n<\/pre>\n<p>Dalam contoh ini, partisi akan dipasang ke direktori <code>\/mnt\/audio<\/code> dan <code>\/mnt\/video<\/code> .<\/p>\n<p>Buat mount points dengan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/membuat-direktori-di-linux-terminal-menggunakan-mkdir\/\"><code>mkdir<\/code><\/a>:<\/p>\n<pre>sudo mkdir -p \/mnt\/audio \/mnt\/video<\/pre>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/menggunakan-perintah-mount-dan-unmount-file-systems-di-linux\/\">Mount<\/a> partisi baru dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>sudo mount \/dev\/sdb1 \/mnt\/audio&#13;\nsudo mount \/dev\/sdb2 \/mnt\/video<\/pre>\n<p>Partisi akan tetap terpasang hingga Anda unmount atau mesin <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-penggunaan-perintah-shutdown-di-baris-perintah\/\">shutdown<\/a>. Untuk memasang partisi secara otomatis saat sistem Linux Anda dijalankan, tentukan pemasangan di file <code>\/etc\/fstab<\/code>.<\/p>\n<p>Pada poin ini, Anda sekarang dapat menggunakan partisi baru untuk menyimpan file Anda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p><code>fdisk<\/code> adalah alat baris perintah untuk membuat skema partisi. Untuk informasi lebih lanjut tentang perintah <code>fdisk<\/code> , ketikkan <code>man fdisk<\/code> di terminal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah memasang SSD atau hard disk baru adalah membuat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[72],"class_list":["post-547","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-terminal","tag-linux-terminal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah memasang SSD atau hard disk baru adalah membuat&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-05-18T17:55:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/\",\"name\":\"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg\",\"datePublished\":\"2020-05-18T17:55:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid","og_description":"Hal pertama yang perlu Anda lakukan setelah memasang SSD atau hard disk baru adalah membuat&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2020-05-18T17:55:20+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/","name":"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg","datePublished":"2020-05-18T17:55:20+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/terminal\/35913\/fdisk-commands-750x689.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/membuat-partisi-di-linux-dengan-perintah-fdisk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membuat Partisi di Linux dengan Perintah Fdisk"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=547"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2598,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547\/revisions\/2598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}