{"id":873,"date":"2020-02-12T12:50:34","date_gmt":"2020-02-12T05:50:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=873"},"modified":"2025-04-18T15:21:05","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:05","slug":"cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/","title":{"rendered":"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10"},"content":{"rendered":"<p>Django adalah web application framework open-source yang membantu Anda mengembangkan situs web dan aplikasi yang dinamis.\u00a0Django terkenal akan keamanan, kecepatan dan kestabilan yang memungkinkan Anda membuat situs web yang kompleks dengan lebih sedikit pengkodean.<\/p>\n<p>Ada beberapa cara untuk menginstal Django di sistem, Anda dapat menginstalnya menggunakan repositori Debian, Menggunakan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-pip-di-debian-10-buster\/\">PIP<\/a> atau dari repositori Git. Anda dapat memilih metode apa pun tergantung pada kebutuhan. Django memungkinkan Anda untuk membuat proyek di\u00a0<em>Python virtual environments<\/em>. Dengan cara ini Anda dapat membuat beberapa Django environment dalam satu sistem.<\/p>\n<p>Dalam tutorial ini, kita akan belajar cara menginstal\u00a0Django web framework dengan PIP di Debian 10. Kita juga akan belajar cara membuat aplikasi Django dan menghubungkannya dengan database.<\/p>\n<h2>Prasyarat<\/h2>\n<ul>\n<li>Server dengan sistem operasi Debian 10.<\/li>\n<li>Masuk sebagai root atau user dengan hak <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mengubah-user-biasa-menjadi-user-sudo-di-centos\/\">sudo<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah Opsional<\/h2>\n<p>Lakukan langkah berikut untuk memeriksa dan juga memastikan server Anda telah up-to-date dan siap untuk instalasi Django<\/p>\n<pre>apt-get update &amp;&amp; apt-get upgrade -y<\/pre>\n<h2>Install Django<\/h2>\n<p>Django adalah\u00a0framework berbasis Python, sehingga Anda perlu menginstal <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-install-python-3-8-di-debian-10\/\">Python<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-pip-di-debian-10-buster\/\">PIP<\/a> di sistem. Untuk dapat menginstalnya, jalankan perintah berikut:<\/p>\n<pre>apt-get install python3 python3-pip tree -y<\/pre>\n<p>Setelah menginstal semua paket, Anda dapat memverifikasi versi PIP yang diinstal dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>pip3 -V<\/pre>\n<p>Anda akan mendapatkan output kurang lebih seperti berikut :<\/p>\n<pre>pip 18.1 from \/usr\/lib\/python3\/dist-packages\/pip (python 3.7)&#13;\n<\/pre>\n<p>Sekarang Anda dapat install Django dengan perintah PIP seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>pip3 install Django<\/pre>\n<p>Setelah menginstal Django, periksa versi Django dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>django-admin --version<\/pre>\n<p>Anda akan melihat versi Django di output berikut:<\/p>\n<pre>3.0.2&#13;\n<\/pre>\n<p>pada saat penulisan artikel ini, versi Django adalah versi <code>3.0.2<\/code>.<\/p>\n<h2>Buat Proyek Django<\/h2>\n<p>Sekarang mari kita mulai membuat contoh proyek Django. Pertama, <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-penggunaan-perintah-cd-di-terminal-linux\/\">ubah direktori<\/a> ke<code> \/opt<\/code> di mana Anda ingin membuat proyek Django:<\/p>\n<pre>cd \/opt<\/pre>\n<p>Selanjutnya, jalankan perintah berikut untuk membuat proyek Django baru bernama <code>Dproject<\/code>:<\/p>\n<pre>django-admin startproject Dproject<\/pre>\n<p>Setelah proyek dibuat, Anda dapat melihat struktur direktori proyek ini dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>tree<\/pre>\n<p>Anda akan mendapatkan output kurang lebih seperti berikut :<\/p>\n<pre>.&#13;\n??? Dproject&#13;\n    ??? Dproject&#13;\n    ?\u00a0\u00a0 ??? asgi.py&#13;\n    ?\u00a0\u00a0 ??? __init__.py&#13;\n    ?\u00a0\u00a0 ??? settings.py&#13;\n    ?\u00a0\u00a0 ??? urls.py&#13;\n    ?\u00a0\u00a0 ??? wsgi.py&#13;\n    ??? manage.py&#13;\n<\/pre>\n<p>Selanjutnya, ubah direktori ke <code>Dproject<\/code> dan migrasikan perubahan yang tertunda dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>cd Dproject&#13;\n python3 manage.py migrate<\/pre>\n<p>Setelah migrasi selesai dengan sukses, Anda akan melihat output berikut:<\/p>\n<pre>Operations to perform:&#13;\n  Apply all migrations: admin, auth, contenttypes, sessions&#13;\nRunning migrations:&#13;\n  Applying contenttypes.0001_initial... OK&#13;\n  Applying auth.0001_initial... OK&#13;\n  Applying admin.0001_initial... OK&#13;\n  Applying admin.0002_logentry_remove_auto_add... OK&#13;\n  Applying admin.0003_logentry_add_action_flag_choices... OK&#13;\n  Applying contenttypes.0002_remove_content_type_name... OK&#13;\n  Applying auth.0002_alter_permission_name_max_length... OK&#13;\n  Applying auth.0003_alter_user_email_max_length... OK&#13;\n  Applying auth.0004_alter_user_username_opts... OK&#13;\n  Applying auth.0005_alter_user_last_login_null... OK&#13;\n  Applying auth.0006_require_contenttypes_0002... OK&#13;\n  Applying auth.0007_alter_validators_add_error_messages... OK&#13;\n  Applying auth.0008_alter_user_username_max_length... OK&#13;\n  Applying auth.0009_alter_user_last_name_max_length... OK&#13;\n  Applying auth.0010_alter_group_name_max_length... OK&#13;\n  Applying auth.0011_update_proxy_permissions... OK&#13;\n  Applying sessions.0001_initial... OK&#13;\n<\/pre>\n<p>Pada titik ini, proyek Django baru telah dibuat di dalam direktori <code>\/opt<\/code>.<\/p>\n<h2>Buat Super User untuk Django<\/h2>\n<p>Selanjutnya, Anda perlu membuat akun user admin untuk mengelola proyek Django dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>python3 manage.py createsuperuser<\/pre>\n<p>Anda akan diminta memberikan nama user, email, dan kata sandi. Anda dapat memberikannya sesuai pilihan Anda seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>Username (leave blank to use 'root'): admin&#13;\nEmail address: <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/cdn-cgi\/l\/email-protection\" class=\"__cf_email__\" data-cfemail=\"f091949d999eb09588919d809c95de939f9d\">[email\u00a0protected]<\/a>&#13;\nPassword: &#13;\nPassword (again): &#13;\nSuperuser created successfully.&#13;\n<\/pre>\n<p>Setelah selesai, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p>\n<h2>Mulai Aplikasi Django<\/h2>\n<p>Secara default, aplikasi Django hanya dapat di akses dari localhost saja, untuk membuat Django terhubung dengan internet, Anda harus mengizinkan Django untuk host eksternal. Anda dapat melakukannya dengan menambahkan IP server Anda di <code>settings.py:<\/code><\/p>\n<pre>nano \/opt\/Dproject\/Dproject\/settings.py<\/pre>\n<p>Ubah baris berikut:<\/p>\n<pre>ALLOWED_HOSTS = ['your-server-ip']&#13;\n<\/pre>\n<p>Simpan dan tutup file. Kemudian, jalankan aplikasi Django dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>cd \/opt\/Django&#13;\n python3 manage.py runserver 0.0.0.0:8000<\/pre>\n<p>Setelah server restart,\u00a0\u00a0Anda akan melihat output berikut:<\/p>\n<pre>Watching for file changes with StatReloader&#13;\nPerforming system checks...&#13;\n&#13;\nSystem check identified no issues (0 silenced).&#13;\nJanuary 07, 2020 - 13:01:23&#13;\nDjango version 3.0.2, using settings 'Dproject.settings'&#13;\nStarting development server at http:\/\/0.0.0.0:8000\/&#13;\nQuit the server with CONTROL-C.&#13;\n<\/pre>\n<h2>Akses Aplikasi Django<\/h2>\n<p>Pada poin ini, aplikasi Django sekarang dimulai dan berjalan pada port 8000.\u00a0\u00a0Anda dapat mengakses aplikasi Django dengan mengunjungi URL http:\/\/your-server-ip:8000.\u00a0Anda akan melihat halaman berikut:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/p1.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-34052\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/p1-750x395.png\" alt=\"Install Django di CentOS 8\" width=\"696\" height=\"367\"\/><\/a><\/p>\n<p>Anda juga dapat mengakses admin interface Django menggunakan URL http:\/\/server-ip:8000\/admin. Anda akan melihat halaman berikut:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/Django-Administration-di-CentOS-8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-34053\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/Django-Administration-di-CentOS-8-750x307.png\" alt=\"Django Administration di CentOS 8\" width=\"696\" height=\"285\"\/><\/a><\/p>\n<p>Berikan nama pengguna admin, kata sandi, dan klik tombol <strong>Log<\/strong>\u00a0<strong>in<\/strong>. Anda akan melihat halaman berikut:<\/p>\n<p><a id=\"img-page3\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.howtoforge.com\/images\/how_to_install_and_configure_django_on_debian_10\/big\/page3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/linuxid.net\/assets\/media\/3_page3.png\" alt=\"Django Admin Console\" width=\"750\" height=\"203\"\/><\/a><\/p>\n<h2>Instal Konektor Database MariaDB<\/h2>\n<p>Selanjutnya, Anda perlu menginstal konektor database MariaDB dan paket pengembangan lainnya untuk menghubungkan Django dengan database MariaDB. Anda dapat menginstal semuanya dengan menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>sudo apt-get install mariadb-server python3-dev libmariadb-dev libmariadbclient-dev -y<\/pre>\n<p>Setelah semua paket diinstal, Anda dapat menginstal library <code>mysqlclient<\/code> menggunakan perintah PIP seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>pip3 install mysqlclient<\/pre>\n<p>Setelah diinstal, masuk ke shell MariaDB dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>mysql<\/pre>\n<p>Selanjutnya, atur kata sandi root untuk MariaDB dengan perintah berikut.<\/p>\n<pre> SET PASSWORD FOR 'root'@'localhost' = PASSWORD(\"g4nt!_d3n94n_P4$$w0rd\");<\/pre>\n<p>Selanjutnya, <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-membuat-database-mysql-di-linux-terminal\/\">buat database<\/a> untuk Django dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre> create database testdb;<\/pre>\n<p>Anda dapat <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-menampilkan-semua-table-di-mysql-database\/\">melihat database<\/a> yang dibuat di atas menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>show databases;<\/pre>\n<p>Anda akan mendapatkan output berikut:<\/p>\n<pre>+--------------------+&#13;\n| Database|&#13;\n+--------------------+&#13;\n| information_schema |&#13;\n| mysql   |&#13;\n| performance_schema |&#13;\n| testdb  |&#13;\n+--------------------+&#13;\n<\/pre>\n<p>selanjutnya flush privileges\u00a0\u00a0dan keluar dari shell MariaDB dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>flush privileges;&#13;\nexit;<\/pre>\n<h2>Konfigurasikan Django untuk Koneksi MariaDB<\/h2>\n<p>Selanjutnya, Anda perlu menentukan kredensial database MariaDB di Django. Anda dapat mendefinisikannya dengan mengedit file <code>settings.py<\/code>:<\/p>\n<pre>nano \/opt\/Dproject\/Dproject\/settings.py<\/pre>\n<p>Temukan baris berikut:<\/p>\n<pre>DATABASES = {&#13;\n    'default': {&#13;\n        'ENGINE': 'django.db.backends.sqlite3',&#13;\n        'NAME': os.path.join(BASE_DIR, 'db.sqlite3'),&#13;\n    }&#13;\n}&#13;\n<\/pre>\n<p>Dan gantilah dengan baris berikut:<\/p>\n<pre>DATABASES = {&#13;\n    'default': {&#13;\n        'ENGINE': 'django.db.backends.mysql',&#13;\n        'OPTIONS': {&#13;\n        'read_default_file': '\/etc\/mysql\/mariadb.conf.d\/50-client.cnf',&#13;\n        },&#13;\n    }&#13;\n}&#13;\n<\/pre>\n<p>Simpan dan tutup file setelah selesai. Kemudian, edit file kredensial klien MariaDB seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>nano \/etc\/mysql\/mariadb.conf.d\/50-client.cnf<\/pre>\n<p>Tentukan kredensial\u00a0 database MariaDB Anda seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>[client]&#13;\ndatabase = testdb &#13;\nuser = root   &#13;\npassword = newpassword&#13;\ndefault-character-set = utf8&#13;\n<\/pre>\n<p>Simpan dan tutup file, kemudian restart MariaDB service untuk mengimplementasikan perubahan:<\/p>\n<pre>systemctl restart mariadb<\/pre>\n<p>Selanjutnya, ubah direktori ke proyek Django dan migrasikan perubahan baru dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>cd \/opt\/Dproject&#13;\n python3 manage.py migrate<\/pre>\n<p>Setelah migrasi selesai dengan sukses, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p>\n<h2>Uji Koneksi MariaDB<\/h2>\n<p>Pada titik ini, Django dikonfigurasi untuk terhubung ke database MariaDB. Sudah waktunya untuk mengujinya.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya, start server Django dengan perintah berikut::<\/p>\n<pre>cd \/opt\/Django&#13;\n python3 manage.py runserver 0.0.0.0:8000<\/pre>\n<p>Setelah server Django telah berhasil dimulai, Anda akan mendapatkan output berikut:<\/p>\n<pre>Watching for file changes with StatReloader&#13;\nPerforming system checks...&#13;\n&#13;\nSystem check identified no issues (0 silenced).&#13;\nJanuary 07, 2020 - 13:30:49&#13;\nDjango version 3.0.2, using settings 'Dproject.settings'&#13;\nStarting development server at http:\/\/0.0.0.0:8000\/&#13;\nQuit the server with CONTROL-C.&#13;\n<\/pre>\n<p>Anda sekarang dapat mengakses aplikasi Django Anda menggunakan URL http:\/\/server-ip:8000. Anda akan melihat aplikasi Django Anda di layar berikut:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/p1.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-34052\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/centos\/34037\/p1-750x395.png\" alt=\"Install Django di CentOS 8\" width=\"696\" height=\"367\"\/><\/a><\/p>\n<p>Setelah testing, Anda dapat menghentikan server Django jenis apa pun dengan menekan CTRL + C di terminal Anda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Selamat! Anda telah berhasil menginstal Django dan menghubungkannya dengan database MariaDB di server Debian 10. Anda sekarang dapat mulai mengembangkan aplikasi web Anda dan menerapkan migrasi di aplikasi Django Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Django adalah web application framework open-source yang membantu Anda mengembangkan situs web dan aplikasi yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":874,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[44,16,79,106,85],"class_list":["post-873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-debian","tag-cms","tag-debian","tag-debian-10","tag-pip","tag-python"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Django adalah web application framework open-source yang membantu Anda mengembangkan situs web dan aplikasi yang&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-12T05:50:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"378\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/\",\"name\":\"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png\",\"datePublished\":\"2020-02-12T05:50:34+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png\",\"width\":750,\"height\":378},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid","og_description":"Django adalah web application framework open-source yang membantu Anda mengembangkan situs web dan aplikasi yang&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2020-02-12T05:50:34+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:05+00:00","og_image":[{"width":750,"height":378,"url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png","type":"image\/png"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/","name":"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10 - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png","datePublished":"2020-02-12T05:50:34+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/3_page4.png","width":750,"height":378},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-django-web-application-framework-di-debian-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Install Django Web Application Framework di Debian 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2670,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/873\/revisions\/2670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}