{"id":976,"date":"2020-01-23T10:40:38","date_gmt":"2020-01-23T03:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/?p=976"},"modified":"2025-04-18T15:21:16","modified_gmt":"2025-04-18T08:21:16","slug":"cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/","title":{"rendered":"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10"},"content":{"rendered":"<p>Mengelola sistem database seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, dan SQLite dari UI berbasis web lebih mudah daripada menggunakan alat baris perintah. Adminer adalah salah satu alat manajemen basis data berfitur lengkap yang ditulis dalam PHP.<\/p>\n<p>Software manajemen database ini sangat mirip dengan phpMyAdmin yang dapat digunakan untuk mengelola database MySQL, SQLite, Oracle, PostgreSQL dan database lain yang berbasis SQL. Adminer adalah alat manajemendatabase yang sederhana dan mudah digunakan dibandingkan dengan alat lainnya.<\/p>\n<h2>Fitur\u00a0Adminer<\/h2>\n<ul>\n<li>Dukungan multi-bahasa.<\/li>\n<li>Mendukung berbagai sistem basis data termasuk, MySQL, PostgreSQL, Oracle, Elasticsearch, MongoDB dan banyak lagi.<\/li>\n<li>Ekspor dan Impor table dan database.<\/li>\n<li>Tambahkan, hapus, dan ubah database dan tabel.<\/li>\n<li>Jalankan query SQL dari file teks.<\/li>\n<li>Tampilkan dan kill proses.<\/li>\n<li>Perluas fungsionalitas menggunakan plugin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam tutorial ini, kami akan menunjukkan kepada Anda cara menginstal alat manajemen database Adminer di Debian 10.<\/p>\n<h2>Prasyarat<\/h2>\n<h2>Mulai<\/h2>\n<p>Sebelum memulai, disarankan untuk memperbarui server Anda dengan versi terbaru menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>apt-get update -y&#13;\n apt-get upgrade -y<\/pre>\n<p>Setelah server Anda diperbarui, mulai ulang untuk menerapkan perubahan.<\/p>\n<h2>Instal LAMP Server<\/h2>\n<p>Pertama, Adminer memerlukan server LAMP diinstal di server. Anda dapat menginstal LAMP server menggunakan perintah berikut:<\/p>\n<pre>apt-get install apache2 php libapache2-mod-php php-curl php-cli php-mysql php-gd mariadb-server -y<\/pre>\n<p>Setelah LAMP server terinstall, jalankan layanan Apache dan MariaDB dan aktifkan untuk memulai secara otomatis setelah sistem reboot dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>systemctl start apache2&#13;\n systemctl start mariadb&#13;\n systemctl enable apache2&#13;\n systemctl enable mariadb<\/pre>\n<p>Setelah selesai, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p>\n<h2>Amankan Instalasi MariaDB<\/h2>\n<p>Secara default, MariaDB tidak diamankan. Jadi, Anda perlu mengamankannya dengan<\/p>\n<pre>mysql_secure_installation<\/pre>\n<p>Jawab semua pertanyaan seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<pre>Enter current password for root (enter for none): &#13;\nSet root password? [Y\/n] Y&#13;\nRemove anonymous users? [Y\/n] Y   &#13;\nDisallow root login remotely? [Y\/n] Y&#13;\nRemove test database and access to it? [Y\/n] Y&#13;\nReload privilege tables now? [Y\/n] Y&#13;\n<\/pre>\n<p>Setelah MariaDB diamankan, masuk ke shell MariaDB dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>mysql<\/pre>\n<p>Selanjutnya kita akan set password untuk <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-membuat-user-mysql-dan-hak-akses-mysql\/\">user database<\/a>\u00a0dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>MariaDB [(none)]&gt; SET PASSWORD FOR '<span style=\"color: #ff0000;\">root<\/span>'@'localhost' = PASSWORD(\"<span style=\"color: #ff0000;\">g4nt!_d3n9aN_P4$$w0rd<\/span>\");<\/pre>\n<p>Selanjnya flush privileges dan exit dari MariaDB shell dengan perintah berikut :<\/p>\n<pre>MariaDB [(none)]&gt; flush privileges;&#13;\n MariaDB [(none)]&gt; exit;<\/pre>\n<p>Setelah selesai, kita bisa beralih ke langkah selanjutnya.<\/p>\n<h2>Instal Adminer<\/h2>\n<p>Secara default, Adminer tidak tersedia di repositori default Debian 10. Jadi, Anda perlu mengunduh file instalasi Adminer dari situs web resmi mereka. Anda dapat mengunduhnya ke direktori root web Apache dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>wget \"http:\/\/www.adminer.org\/latest.php\" -O \/var\/www\/html\/adminer.php<\/pre>\n<p>Setelah unduhan selesai, ubah <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-mengubah-file-permissions-dengan-chmod-di-linux\/\">izin<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/tutorial-perintah-chown-di-terminal-linux-dan-penggunaan\/\">kepemilikan<\/a> file yang diunduh dengan perintah berikut:<\/p>\n<pre>chown -R www-data:www-data \/var\/www\/html\/adminer.php&#13;\n chmod 755 \/var\/www\/html\/adminer.php<\/pre>\n<p>Setelah selesai, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/p>\n<h2>Akses Dasbor Adminer<\/h2>\n<p>Sekarang, buka browser web Anda dan ketik URL <code>http: \/\/server-ip\/adminer.php<\/code>. Anda akan diarahkan ke halaman login Admin:<\/p>\n<p><a id=\"img-page1\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page1.png\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page1.png\" alt=\"Adminer Login\" width=\"750\" height=\"348\"\/><\/a><\/p>\n<p>Berikan nama user dan kata sandi root MariaDB dan klik tombol <strong>Login<\/strong>. Anda harus melihat dasbor Adminer di halaman berikut:<\/p>\n<p><a id=\"img-page2\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page2.png\" alt=\"Adminer Database Management Tool\" width=\"750\" height=\"378\"\/><\/a><\/p>\n<p>Sekarang, klik tombol <strong>localhost<\/strong> di layar atas, Anda akan melihat halaman berikut:<\/p>\n<p><a id=\"img-page3\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page3.png\" alt=\"Select database\" width=\"750\" height=\"288\"\/><\/a><\/p>\n<p>Sekarang, klik tombol \u201c<strong>Create Database<\/strong>\u201c. Anda akan melihat halaman berikut:<\/p>\n<p><a id=\"img-page4\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page4.png\" alt=\"Create Database\" width=\"750\" height=\"130\"\/><\/a><\/p>\n<p>Sekarang, berikan nama database yang ingin Anda buat dan klik tombo l<strong>Save<\/strong> untuk membuat database seperti yang ditunjukkan di bawah ini:<\/p>\n<p><a id=\"img-page5\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/2_page5.png\" alt=\"Newly Created database in Adminer\" width=\"750\" height=\"309\"\/><\/a><\/p>\n<h2>Install SSL Let\u2019s Encrypt untuk Adminer<\/h2>\n<p>Ini adalah langkah opsional, namun sangat di rekomendasikan untuk mengamankan lalu lintas ke interface Adminer, Langkah pertama untuk mengamankan Adminer dengan Let\u2019s Encrypt SSL Certificate adalah menginstal paket python3-certbot-apache. Jalankan perintah berikut:<\/p>\n<pre>apt-get -y install\u00a0python3-certbot-apache<\/pre>\n<p>Pada langkah berikutnya kita meminta sertifikat SSL dari Let\u2019s Encrypt dengan menggunakan program klien certbot. Selama proses ini, server Let\u2019s Encrypt mencoba menyambung ke server Anda menggunakan nama domain yang Anda berikan ke perintah certbot.<\/p>\n<p>Penting bahwa nama domain ini sudah menunjuk ke server Anda di DNS, sehingga situs web sudah dapat dijangkau melalui nama domainnya di port 80 (http). Jika situs web tidak dapat diakses dari Internet, pembuatan sertifikat SSL Let\u2019s Encrypt akan gagal.<\/p>\n<p>Sebelum kita dapat mulai membuat sertifikat SSL, kita perlu mengatur nama domain di file konfigurasi <a href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/cara-konfigurasi-apache-virtual-hosts-di-ubuntu-18-04\/\">virtual host<\/a>. Buka file vhost default dengan editor:<\/p>\n<pre>nano \/etc\/apache2\/sites-available\/000-default.conf<\/pre>\n<p>dan tambahkan baris:<\/p>\n<pre>ServerName example.com<\/pre>\n<p>Tepat di bawah baris \u2018DocumentRoot\u2019. Ganti example.com dengan nama domain situs web Anda sendiri.<\/p>\n<p>Kemudian buat Sertifikat SSL dengan perintah :<\/p>\n<pre>certbot --apache -d example.com<\/pre>\n<p>Ganti example.com dengan nama domain Anda. Perintah akan memulai wizard yang menanyakan beberapa pertanyaan.<\/p>\n<p>Masukkan alamat email user yang bertanggung jawab untuk situs web ini dapat dihubungi.<\/p>\n<p><a id=\"img-le-email-address\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-email-address.png\"\/><a id=\"img-le-email-address\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-email-address.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-email-address.png\" alt=\"Set Email address\" width=\"550\" height=\"85\"\/><\/a><\/p>\n<p>Terima syarat dan ketentuan otoritas SSLLet\u2019s Encrypt.<\/p>\n<p><a id=\"img-le-terms\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-terms.png\"\/><a id=\"img-le-terms\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-terms.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-terms.png\" alt=\"Accept terms and conditions\" width=\"550\" height=\"108\"\/><\/a><\/p>\n<p>Certbot akan bertanya kepada Anda sekarang apakah Anda ingin berbagi alamat email Anda dengan <em>Electronic Frontier Foundation?<\/em>. Pilih <strong>A<\/strong> untuk setuju dan <strong>C<\/strong> untuk cancel \/ tidak setuju.<\/p>\n<p>Kemudian terapkan pengaturan untuk mengarahkan permintaan non-SSL ke <code>https:\/\/<\/code> secara otomatis. Saya akan memilih <strong>yes<\/strong> di sini untuk menghindari masalah duplikat konten ketika situs web tersedia sebagai versi http:\/\/ dan https:\/\/ .<\/p>\n<p><a id=\"img-le-redirect\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-redirect.png\"\/><a id=\"img-le-redirect\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-redirect.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-redirect.png\" alt=\"Redirect HTTP requests\" width=\"550\" height=\"222\"\/><\/a><\/p>\n<p>Sertifikat SSL telah berhasil diterbitkan.<\/p>\n<p><a id=\"img-le-success\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-success.png\"\/><a id=\"img-le-success\" class=\"fancybox\" href=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-success.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.linuxid.net\/assets\/media\/le-success.png\" alt=\"SSL cert issued successfully\" width=\"550\" height=\"235\"\/><\/a><\/p>\n<p>Saat Anda mengakses situs web sekarang dengan browser, Anda akan dialihkan secara otomatis ke SSL dan gembok hijau di depan bilah URL di browser menunjukkan bahwa kita menggunakan sertifikat SSL tepercaya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dalam tutorial di atas, Anda belajar cara menginstal Admin di server Debian 10. Anda sekarang dapat mengelola database Anda dengan mudah di antarmuka berbasis web Adminer.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola sistem database seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, dan SQLite dari UI berbasis web lebih mudah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":977,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[165,44,151,16,79,166],"class_list":["post-976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-debian","tag-adminer","tag-cms","tag-database","tag-debian","tag-debian-10","tag-sql"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengelola sistem database seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, dan SQLite dari UI berbasis web lebih mudah&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Linuxid\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-23T03:40:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-18T08:21:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"848\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"394\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"xsand\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"xsand\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/\",\"name\":\"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png\",\"datePublished\":\"2020-01-23T03:40:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-18T08:21:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png\",\"width\":848,\"height\":394},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/\",\"name\":\"Linuxid\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79\",\"name\":\"xsand\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"xsand\"},\"url\":\"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid","og_description":"Mengelola sistem database seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, dan SQLite dari UI berbasis web lebih mudah&hellip;","og_url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/","og_site_name":"Linuxid","article_published_time":"2020-01-23T03:40:38+00:00","article_modified_time":"2025-04-18T08:21:16+00:00","og_image":[{"width":848,"height":394,"url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png","type":"image\/png"}],"author":"xsand","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"xsand","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/","name":"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10 - Linuxid","isPartOf":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png","datePublished":"2020-01-23T03:40:38+00:00","dateModified":"2025-04-18T08:21:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png","contentUrl":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/2_page1.png","width":848,"height":394},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/cara-install-dan-konfigurasi-adminer-di-debian-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/linuxid.net\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Install dan Konfigurasi Adminer di Debian 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#website","url":"https:\/\/linuxid.net\/post\/","name":"Linuxid","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/linuxid.net\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/e6642d26041eab9fef2677e204e89d79","name":"xsand","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/linuxid.net\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cc8513768e15fa0758099a0ba5b898f3?s=96&d=mm&r=g","caption":"xsand"},"url":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/author\/xsand\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2695,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/976\/revisions\/2695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.linuxid.net\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}